TikTok Bangun Pusat Data Eropa di Irlandia Senilai Rp7,3 Triliun

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 15:31 WIB
loading...
TikTok Bangun Pusat...
Pusat data di Irlandia akan berfungsi sebagai penyimpanan untuk video, pesan, dan data lain dari pengguna TikTok di daratan Eropa. Saat ini, semua catatan pengguna TikTok disimpan di AS, dan salinan cadangannya ada di Singapura. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Laporan terbaru menunjukkan TikTok sedang membuat persiapan untuk membangun pusat data Eropa pertamanya di Irlandia. Tidak tanggung-tanggung proyek ini akan menelan biaya Rp7,3 triliun. (Baca juga: Data Center Dibiayai Asing, DPR: Tak Ada Makan Siang Gratis, Ingat! )

Pusat data tersebut akan berfungsi sebagai penyimpanan untuk video, pesan, dan data lain dari pengguna Eropa. Saat ini, semua catatan pengguna TikTok disimpan di AS, dan salinan cadangannya ada di Singapura.

Pengumuman itu muncul saat AS memaksa TikTok untuk menjual dan mengancam akan melarangnya beroperasi di AS dengan alasan keamanan nasional. Microsoft sekarang menindaklanjuti pembicaraan tersebut.

Menurut TikTok, mendirikan hub Eropa adalah bagian dari rencana jangka panjangnya. “Ini adalah investasi yang sangat besar. Ini menandai komitmen jangka panjang kami untuk Eropa dan menurut saya ini adalah pesan penting bagi pengguna dan pembuat kami,” Theo Bertram, Direktur Kebijakan Publik Eropa TikTok.

Kepala petugas perlindungan data TikTok Eropa yang saat ini berada di Dublin menangani beberapa kebutuhan. Komisi Perlindungan Data Irlandia sedang bernegosiasi dengan perusahaan atas nama negara UE lainnya untuk mengatasi masalah privasi. Menurut TikTok, investasi ini akan menciptakan ratusan lapangan kerja.

Pada 3 Agustus, ByteDance merilis pernyataan terbarunya yang mengatakan TikTok berkomitmen untuk menjadi perusahaan global. Namun, karena situasi saat ini, ByteTok sedang mempertimbangkan untuk mendirikan kembali markas TikToknya. Kantor pusat ini tidak akan lagi berada di AS untuk melayani pengguna global dengan lebih baik.

TikTok Harus Dijual ke Perusahaan Amerika
Microsoft secara resmi telah mengonfirmasi sedang dalam tahap diskusi dengan ByteDance mengenai pembelian TikTok. Diskusi tersebut mencakup operasi TikTok di AS, dan juga dapat mencakup Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Microsft memiliki waktu hingga 15 September untuk menegosiasikan kesepakatan dengan TikTok. Setelah tanggal ini, akan ada larangan TikTok di AS. Raksasa teknologi Amerika tersebut masih dalam diskusi untuk menjajaki akuisisi TikTok di AS. Faktanya, CEO Microsoft dan Presiden Trump sudah membahas masalah ini.

ByteDance sebelumnya berusaha untuk mempertahankan saham minoritas dalam operasi TikTok di AS, tetapi Gedung Putih menolak. Menurut Reuters, di bawah transaksi baru yang diusulkan, beberapa investor ByteDance yang berbasis di AS mungkin memiliki kesempatan untuk mendapatkan saham minoritas dalam bisnis tersebut. (Baca juga: B ill Gates Sebut Ada yang Lebih Parah dari Bencana COVID-19, Apa Itu? )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
Data Center Canggih...
Data Center Canggih Amazon di Emirat Lumpuh Dihantam Benda Misterius, Apa Dampaknya?
ByteDance Luncurkan...
ByteDance Luncurkan Seedance 2.0, Model AI Generatif untuk Video Realistis
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Rekomendasi
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
10 Miliarder India di...
10 Miliarder India di 2025, Paling Tajir Berharta Rp1.497 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved