XL Axiata Minta Masyarakat Bijak Gunakan Internet di Masa Sulit
Kamis, 30 April 2020 - 13:46 WIB
loading...
A
A
A
Diluncurkan pertama kali pada 23 April 2015, Sisternet kini memiliki lebih dari 23.000 anggota. Untuk terus meningkatkan nilai manfaat bagi kaum perempuan Indonesia, Sisternet menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi perempuan, juga dengan banyak pegiat sosial di berbagai daerah.
Di samping itu, Sisternet juga aktif bekerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah, selain dengan Kementerian PPPA juga dengan Kementerian Komunitasi dan Informatika, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Kementerian Kesehatan. "Saya juga berharap masyakarat untuk menggunakan internet ini secara bijak. Gunakan untuk hal bermanfaat, karena banyak orang yang membutuhkannya sebagai penunjang kegiatannya mengantor atau sekolah selama imbauan belajar-bekerja di rumah," imbaunya.
Perempuan Melawan Pandemi
Sementara itu, acara webinar yang diselenggarakan secara online menghadirkan para tokoh perempuan yang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini, pekerja seni Dian Sastrowardoyo, serta praktis kedokteran dr. Reisa Broto Asmoro, perwakilan Kementerian PPPA dan dimoderatori Becky Tumewu.
Pada kelas ini antara lain dibahas mengenai bagaimana memahami karakter virus dengan informasi lengkap terkait pengertian, dan istilah-istilah yang muncul saat pandemik COVID-19. Lalu juga tentang bagaimana menyikapi stigma “Online is new normal” seorang perempuan di rumah ataupun di kantor. Selain itu mengenai sejauhmana dukungan dari para pemimpin perempuan dari berbagai sektor dalam mengatasi dan menghadapi permasalahan wabah COVID-19.
Reisa Broto Asmoro mengatakan, agar ibu pekerja tidak stres di rumah, maka penting supaya masing-masing anggota keluarga memiliki jadwal yang pasti. Selain itu, mereka semua juga perlu mengonsumsi makanan bergizi. "Jangan lupa olahraga, karena ini juga penting bagi tubuh di saat seperti ini. Olahraga ringan tiga kali sepekan dan lakukan 15-30 menit," sarannya.
Untuk anak-anak, dia berharap, orang tua tetap menerapkan kegiatan seperti halnya saat mereka masih bersekolah. "Misalnya, bangun pagi dan sarapan bersama. Ini supaya mereka merasa tetap memiliki rutinitas seperti biasa," sarannya lagi.
Di samping itu, Sisternet juga aktif bekerja sama dengan sejumlah instansi pemerintah, selain dengan Kementerian PPPA juga dengan Kementerian Komunitasi dan Informatika, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta Kementerian Kesehatan. "Saya juga berharap masyakarat untuk menggunakan internet ini secara bijak. Gunakan untuk hal bermanfaat, karena banyak orang yang membutuhkannya sebagai penunjang kegiatannya mengantor atau sekolah selama imbauan belajar-bekerja di rumah," imbaunya.
Perempuan Melawan Pandemi
Sementara itu, acara webinar yang diselenggarakan secara online menghadirkan para tokoh perempuan yang sudah dikenal masyarakat Indonesia. Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini, pekerja seni Dian Sastrowardoyo, serta praktis kedokteran dr. Reisa Broto Asmoro, perwakilan Kementerian PPPA dan dimoderatori Becky Tumewu.
Pada kelas ini antara lain dibahas mengenai bagaimana memahami karakter virus dengan informasi lengkap terkait pengertian, dan istilah-istilah yang muncul saat pandemik COVID-19. Lalu juga tentang bagaimana menyikapi stigma “Online is new normal” seorang perempuan di rumah ataupun di kantor. Selain itu mengenai sejauhmana dukungan dari para pemimpin perempuan dari berbagai sektor dalam mengatasi dan menghadapi permasalahan wabah COVID-19.
Reisa Broto Asmoro mengatakan, agar ibu pekerja tidak stres di rumah, maka penting supaya masing-masing anggota keluarga memiliki jadwal yang pasti. Selain itu, mereka semua juga perlu mengonsumsi makanan bergizi. "Jangan lupa olahraga, karena ini juga penting bagi tubuh di saat seperti ini. Olahraga ringan tiga kali sepekan dan lakukan 15-30 menit," sarannya.
Untuk anak-anak, dia berharap, orang tua tetap menerapkan kegiatan seperti halnya saat mereka masih bersekolah. "Misalnya, bangun pagi dan sarapan bersama. Ini supaya mereka merasa tetap memiliki rutinitas seperti biasa," sarannya lagi.
(iqb)
Lihat Juga :