Sesat, YouTube Musnahkan 2.500 Saluran Berbahasa China

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 12:32 WIB
loading...
Sesat, YouTube Musnahkan...
Pascavirus Corona, Cina telah menghadapi banyak tuduhan tentang menjadi negara yang tidak layak. Foto/Ist
A A A
MOUNTAIN VIEW - Secara mengejutkan, hampir 2.500 saluran YouTube berbahasa Mandarin telah dihapus oleh Google. Alasannya, untuk membersihkan disinformasi atau informasi menyesatkan pada platform berbagi video tersebut. (Baca juga: Google Rilis Fitur Berbagi File 'Nearby Share' )

Saluran yang dihapus pada Q2 (kwartal kedua) tahun ini umumnya memposting konten spam, sesuai laporan oleh Gadgets360. Baru-baru ini, Pemerintah AS juga mempertimbangkan langkah untuk membersihkan App Store dari semua aplikasi China.

Menurut buletin Triwulanan perusahaan, dikatakan bahwa saluran telah dihapus antara April dan Juni 2020 sebagai bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap operasi pengaruh terkoordinasi terkait China. Namun, laporan tidak menentukan nama saluran dan memberikan beberapa detail lainnya kecuali untuk menautkan video ke aktivitas serupa yang ditemukan oleh Twitter.

Apa yang Terjadi?
Perusahaan analitik media sosial Graphika mengidentifikasi kampanye disinformasi ini pada bulan April. Dan, kanal YouTube yang terlibat dalam aktivitas semacam itu umumnya memposting spam dan konten non-politik. YouTube tidak menentukan saluran dan memberikan sedikit detail lainnya, kecuali untuk menautkan video ke aktivitas serupa yang ditemukan oleh Twitter.

Tetapi hanya sedikit dari mereka yang menyentuh politik menurut Google. Selain itu, Kedutaan Besar China di AS belum menanggapi tindakan ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Fitur Pengatur Waktu...
Fitur Pengatur Waktu Baru YouTube Bantu Mengurangi Kecanduan Shorts
Peringatan Keras Komdigi:...
Peringatan Keras Komdigi: Meta Menyerah pada PP TUNAS, Komdigi Siapkan Algojo untuk Google
Piala Dunia 2026 Akan...
Piala Dunia 2026 Akan Disiarkan secara Gratis di YouTube
Iran Siap Serang Google,...
Iran Siap Serang Google, YouTube, dan Microsoft
YouTube Kehilangan Sumber...
YouTube Kehilangan Sumber Penghidupannya karena Iklan 5 Detik
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Rekomendasi
Carlo Biado Juara Indonesia...
Carlo Biado Juara Indonesia International Open 2026
Kemlu: Dubes RI untuk...
Kemlu: Dubes RI untuk Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Tumbangkan Kanada, Maroko...
Tumbangkan Kanada, Maroko ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved