Waspada! 7 Tanaman Ini Berbahaya ketika Disentuh
Kamis, 16 November 2023 - 14:00 WIB
loading...
A
A
A
Poison ivy atau Toxicodendron radicans dikenal sebagai tanaman liar yang berasal dari keluarga tanaman semak-semakan. Poison ivy dikenal karena menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang yang bersentuhan dengan getah atau minyak pada tanaman ini.
Poison ivy mengandung bahan kimia yang dikenal sebagai urushiol. Bahan kimia ini akan memberikan reaksi peradangan pada kulit, gatal, dan nyeri ketika disentuh. Reaksi yang disebabkan bisa berlangsung selama seminggu atau bahkan lebih dari tiga minggu.
Stinging nettle atau yang memiliki nama Latin Urtica dioica sejenis tanaman yang dapat ditemukan di Eurasia, Amerika Utara, Afrika Utara, dan Amerika Selatan. Stinging nettle dikenal karena bulu halusnya dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan menyebabkan rasa gatal atau perih jika bersentuhan.
Bulu halusnya terletak di daun dan batang muda yang mengandung bahan pengiritasi lainnya. Bulu halus bekerja seperti jarum yang menyuntikkan asam menyengat ke dalam kulit dan memberikan sensasi terbakar, kesemutan, dan ruam gatal.
Baca Juga: Mengenal Eukaliptus, Tanaman "Pembunuh" COVID-19
Hogweed atau sering juga disebut giant hogweed (Heracleum mantegazzianum) tanaman invasif yang dapat tumbuh sangat besar dan mengandung zat fototoksik penyebab reaksi kulit yang serius.
Daun dan getah yang terdapat pada bunganya ini mengandung bahan kimia furocoumarin yang dapat menyebabkan fitofotodermatitis atau kulit melepuh parah ketika terkena sinar matahari. Getahnya juga dapat membuat mata buta ketika tidak sengaja masuk ke mata.
Tread-softly dikenal sebagai nama umum untuk beberapa spesies tanaman, terutama Cnidoscolus stimulosus yang tumbuh di wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan. Tanaman ini juga dikenal dengan beberapa nama lokal lainnya, seperti spurge nettle, bull nettle, atau finger rot.
Poison ivy mengandung bahan kimia yang dikenal sebagai urushiol. Bahan kimia ini akan memberikan reaksi peradangan pada kulit, gatal, dan nyeri ketika disentuh. Reaksi yang disebabkan bisa berlangsung selama seminggu atau bahkan lebih dari tiga minggu.
3. Stinging Nettle
Stinging nettle atau yang memiliki nama Latin Urtica dioica sejenis tanaman yang dapat ditemukan di Eurasia, Amerika Utara, Afrika Utara, dan Amerika Selatan. Stinging nettle dikenal karena bulu halusnya dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan menyebabkan rasa gatal atau perih jika bersentuhan.
Bulu halusnya terletak di daun dan batang muda yang mengandung bahan pengiritasi lainnya. Bulu halus bekerja seperti jarum yang menyuntikkan asam menyengat ke dalam kulit dan memberikan sensasi terbakar, kesemutan, dan ruam gatal.
Baca Juga: Mengenal Eukaliptus, Tanaman "Pembunuh" COVID-19
4. Hogweed
Hogweed atau sering juga disebut giant hogweed (Heracleum mantegazzianum) tanaman invasif yang dapat tumbuh sangat besar dan mengandung zat fototoksik penyebab reaksi kulit yang serius.
Daun dan getah yang terdapat pada bunganya ini mengandung bahan kimia furocoumarin yang dapat menyebabkan fitofotodermatitis atau kulit melepuh parah ketika terkena sinar matahari. Getahnya juga dapat membuat mata buta ketika tidak sengaja masuk ke mata.
5. Tread-softly
Tread-softly dikenal sebagai nama umum untuk beberapa spesies tanaman, terutama Cnidoscolus stimulosus yang tumbuh di wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan. Tanaman ini juga dikenal dengan beberapa nama lokal lainnya, seperti spurge nettle, bull nettle, atau finger rot.
Lihat Juga :