Terlanjur Instal Aplikasi Pencuri SMS Berbentuk Undangan Nikah atau Surat Tilang, Apa Solusinya?

Rabu, 08 November 2023 - 23:20 WIB
loading...
Terlanjur Instal Aplikasi...
Aplikasi pencuri SMS dan data pribadi bisa berbentuk undangan nikah hingga surat tilang. Foto: Business Insider
A A A
JAKARTA - Penjahat siber semakin kreatif menjalankan aksinya. Yakni, untuk bisa masuk ke dalam HP korban dan mendapatkan data-data pribadi yang tujuannya menguras rekening atau mengambil uang.

Salah satu cara terpopuler adalah dengan mengirimkan aplikasi APK berbentuk Kurir Online, Undangan Pernikahan, Surat Tilang hingga Tagihan Pajak. Targetnya, memanfaatkan orang-orang awam atau gaptek yang asal klik.

Nah, jika sudah terlanjur klik dan instal, apa yang harus dilakukan?

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya mengatakan, jika institusi keuangan / bank yang Anda gunakan tidak mewajibkan verifikasi tambahan setiap kali akun berganti ponsel atau nomor telepon, kemungkinan besar akun Anda sudah berhasil dieksploitasi.

”Karena itu sangat penting bagi Anda untuk memastikan kalau layanan keuangan digital yang digunakan mewajibkan adanya verifikasi tambahan seperti mengunjungi CS untuk tatap muka, mengunjungi ATM dan mendapatkan kode / PIN untuk berganti ponsel atau misalnya verifikasi lainnya seperti verifikasi wajah atau telepon langsung dari call center,” katanya.

Untuk memastikan di ponsel Android tidak ada aplikasi pencuri SMS, pengguna bisa melakukan pengecekan mandiri. Berikut caranya:

1. Klik roda gigi untuk masuk ke [Pengaturan]
2. Klik Manajer izin
3. Klik SMS, dan periksa ada aplikasi apa saja yang memiliki hak iuntuk mengirim dan menampilkan pesan SMS.

Pencegahan dan mitigasi

Menurut Alfons, pengembang Android sebenarnya berusaha menjaga dengan baik penggunanya dan aplikasi pencuri SMS ini tidak bisa diinstal dari Play Store, toko aplikasi resmi Android.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ternyata 5,16 Miliar...
Ternyata 5,16 Miliar Serangan Siber Terjadi di Indonesia 2025
Perkuat Keamanan Siber...
Perkuat Keamanan Siber Nasional, Teknologi dari Korsel Dihadirkan
18 Juta Serangan Siber...
18 Juta Serangan Siber Mengguncang Asia Tenggara, Indonesia Diserang 3 Juta Kali
Dibobol 1.000 Kasus...
Dibobol 1.000 Kasus Sehari: Mengapa Penipuan Digital di Indonesia 4 Kali Lipat Lebih Ganas?
Polisi Bongkar Modus...
Polisi Bongkar Modus Kejahatan Siber Baru dari India Berkedok Fitur Mule
Bandara-bandara Besar...
Bandara-bandara Besar Eropa Kena Serangan Siber
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Ancaman Siber di Era...
Ancaman Siber di Era AI Meningkat, BDO Indonesia Dorong Integrasi AI Governance dan Perlindungan Data
Tiba di Indonesia, 78...
Tiba di Indonesia, 78 WNI Korban Perdagangan Manusia di Myanmar Direhabilitasi
Rekomendasi
PKS Ajak Gema Keadilan...
PKS Ajak Gema Keadilan Jadi Inkubator Pemimpin Muda
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
Berita Terkini
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
500 Pairs Aset Kripto...
500 Pairs Aset Kripto Bantu Menavigasi Ekosistem Digital
Perkuat Pasar Teknologi...
Perkuat Pasar Teknologi Nasional, Bachrum Lubis Siap Pimpin StratLogic.AI Akselerasi Transformasi AI Indonesia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved