Beri Ruang untuk Hamas, TikTok Akui Menerima Banyak Tekanan
Jum'at, 03 November 2023 - 20:31 WIB
loading...
TikTok akui menerima banyak tekanan akibat memberi ruang untuk Hamas. FOTO/ TIKTOK
A
A
A
GAZA - TikTok akhirnya mengambil aksi nyata setelah disebut gagal dalam moderasi konten hoax di tengah perang Israel - Hamas. Dalam pernyataan terbaru, platform berbagi video pendek asal China itu mengklaim telah menghapus jutaan akun palsu.
BACA JUGA - Palestina Dihancurkan, Tokoh Agama Yahudi Prediksi Tanda Kemunculan Mesias
Menurut TikTok, mereka sudah menghapus lebih dari 925.000 video di wilayah konflik dan jutaan konten lain dari platformnya. Perusahaan juga mengatakan mereka berhasil menertibkan jutaan akun palsu sejak perang dimulai 7 Oktober 2023 lalu.
"Sejak 7 Oktober, kami telah menghapus lebih dari 24 juta akun palsu secara global dan lebih dari setengah juta komentar bot pada konten dengan tagar terkait konflik," ungkap TikTok sebagaimana dikutip dari Engadget pada Jumat (3/11/2023).
Rincian baru ini muncul ketika TikTok menghadapi pengawasan yang semakin ketat mengenai bagaimana aplikasinya merekomendasikan konten terkait konflik yang sedang berlangsung. Di sisi lain juga karena banyaknya tekanan dari parlemen AS.
Menurut NBC News, beberapa anggota parlemen baru-baru ini meningkatkan seruan mereka agar aplikasi tersebut dilarang di tengah tuduhan bahwa algoritma TikTok secara tidak proporsional mempromosikan konten pro-Palestina.
BACA JUGA - Palestina Dihancurkan, Tokoh Agama Yahudi Prediksi Tanda Kemunculan Mesias
Menurut TikTok, mereka sudah menghapus lebih dari 925.000 video di wilayah konflik dan jutaan konten lain dari platformnya. Perusahaan juga mengatakan mereka berhasil menertibkan jutaan akun palsu sejak perang dimulai 7 Oktober 2023 lalu.
"Sejak 7 Oktober, kami telah menghapus lebih dari 24 juta akun palsu secara global dan lebih dari setengah juta komentar bot pada konten dengan tagar terkait konflik," ungkap TikTok sebagaimana dikutip dari Engadget pada Jumat (3/11/2023).
Rincian baru ini muncul ketika TikTok menghadapi pengawasan yang semakin ketat mengenai bagaimana aplikasinya merekomendasikan konten terkait konflik yang sedang berlangsung. Di sisi lain juga karena banyaknya tekanan dari parlemen AS.
Menurut NBC News, beberapa anggota parlemen baru-baru ini meningkatkan seruan mereka agar aplikasi tersebut dilarang di tengah tuduhan bahwa algoritma TikTok secara tidak proporsional mempromosikan konten pro-Palestina.
Lihat Juga :