Alasan Amerika Ciptakan Bom Nuklir yang Lebih Dahsyat dari Nagasaki dan Hiroshima

Kamis, 02 November 2023 - 06:19 WIB
loading...
Alasan Amerika Ciptakan...
Bom nuklir terbaru AS dapat membunuh hampir seluruh penduduk kota dengan populasi satu juta orang dalam radius ledakan 3,5 mil. (Foto: Metro)
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat mengumumkan rencana mengembangkan bom nuklir yang ledakannya 24 kali lebih dahsyat ketimbang yang pernah dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima.

Belakangan terungkap keputusan besar ini diambil setelah China mengumumkan ekspansi hulu ledak nuklir untuk memperkuat militernya.

Dikutip dari Metro, Kamis (2/11/2023), bom gravitasi nuklir B61-13 yang dikembangkan Amerika Serikat berbiaya sekitar 569 juta Poundsterling. Bom nuklir ini dapat membunuh hampir seluruh penduduk kota dengan populasi satu juta orang dalam radius ledakan 3,5 mil.

Dengan jangkauan 6.000 mil dan ledakan sebesar 360 kiloton, radiasi fallout akan jauh lebih menghancurkan dibandingkan dengan Hiroshima dan Nagasaki. Bom yang dijatuhkan di Jepang hanya memiliki daya ledak sekitar 15 kiloton, namun masih mengakibatkan hampir 200.000 orang tewas.

Baca Juga: 7 Bahaya Radioaktif yang Disebabkan Bom Nuklir

Senjata nuklir baru ini belum ditandatangani oleh Kongres tetapi diharapkan akan mendapatkan dukungan dari Partai Republik. Pentagon mengatakan bom nuklir B61-13 akan memperkuat efek penangkalan terhadap lawan dengan militer yang kuat.

Bom nuklir baru ini dapat diluncurkan oleh pesawat pembom siluman B-21 Raider berteknologi tinggi dan dapat menghancurkan target bawah tanah dengan akurasi lebih tinggi.

Pengumuman pengembangan bom nuklir ini datang hanya beberapa hari setelah China mengumumkan akan menggandakan persediaan senjata nuklirnya menjadi hampir 1.000 hulu ledak. Saat ini, Amerika Serikat memiliki sekitar 1.400 hulu ledak nuklir dan Rusia memiliki sekitar 1.500. Sementara China berencana menggandakan persediaan saat ini yang berjumlah 500 hulu ledak dalam satu dekade.

China juga mengumumkan sedang mengembangkan sistem rudal balistik antarbenua baru yang memungkinkan untuk menyerang daratan AS.

Asisten Sekretaris Pertahanan AS untuk Kebijakan Luar Angkasa, John Plumb, mengisyaratkan aspirasi nuklir yang baru ini untuk merespons China dan Rusia.

Baca Juga: Inilah Prediksi Kapan Putin Akan Gunakan Bom Nuklir

“Pengumuman hari ini mencerminkan lingkungan keamanan yang berubah dan ancaman yang semakin meningkat dari lawan potensial. Amerika Serikat memiliki tanggung jawab untuk terus menilai dan mengembangkan kemampuan yang diperlukan secara kredibel, dan jika perlu, merespons serangan strategis, serta memberikan jaminan kepada sekutu kami,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Pengumuman dari kedua pihak, baik China maupun AS, datang hanya beberapa pekan sebelum pemimpin China Xi Jinping dan Presiden Joe Biden dijadwalkan bertemu tatap muka dalam Konferensi Kepemimpinan Ekonomi Asia-Pasifik pada pertengahan November mendatang.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Rekomendasi
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved