Misteri Pembuatan Sphinx Agung Belum Terpecahkan, Benarkah Dipahat Angin Gurun?
Rabu, 01 November 2023 - 07:52 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, seandainya orang-orang zaman dahulu membangun monumen-monumen mereka dalam bentuk kubus, persegi panjang, atau bahkan stadion, monumen-monumen itu pasti sudah lama terhapus oleh kerusakan akibat erosi angin.
Dia juga berteori bahwa yardang, formasi batuan tidak biasa yang ditemukan di gurun akibat debu dan pasir yang tertiup angin, yang secara alami diukir oleh angin mungkin muncul di Dataran Tinggi Giza. Lokasi ini digunakan untuk membangun Sphinx Agung yang megah.
Baca juga; Patung Sphinx Mesir Kuno Berwajah Kaisar Romawi Jadi Perdebatan Ilmuwan
“Para insinyur kuno mungkin telah memilih untuk membentuk kembali kepalanya sesuai dengan gambar raja mereka. Mereka juga memberinya tubuh mirip singa, terinspirasi oleh bentuk yang mereka temui di gurun,” kata El-Baz.
Mereka kemudian menyapu formasi ini dengan aliran air yang mengalir deras untuk meniru angin yang mengukir dan membentuk kembali formasi tersebut. Pada akhirnya mencapai penampakan seperti Sphinx.
Dia juga berteori bahwa yardang, formasi batuan tidak biasa yang ditemukan di gurun akibat debu dan pasir yang tertiup angin, yang secara alami diukir oleh angin mungkin muncul di Dataran Tinggi Giza. Lokasi ini digunakan untuk membangun Sphinx Agung yang megah.
Baca juga; Patung Sphinx Mesir Kuno Berwajah Kaisar Romawi Jadi Perdebatan Ilmuwan
“Para insinyur kuno mungkin telah memilih untuk membentuk kembali kepalanya sesuai dengan gambar raja mereka. Mereka juga memberinya tubuh mirip singa, terinspirasi oleh bentuk yang mereka temui di gurun,” kata El-Baz.
Studi Baru Replikasi Yardang
Leif Ristroph menguji kembali teori yardang yang disampaikan El-Baz dengan menggunakan gundukan tanah liat lunak dengan campuran bahan yang lebih keras dan tidak mudah terkikis. Formasi tersebut menggambarkan lanskap yang dulu ada di Mesir bagian timur.Mereka kemudian menyapu formasi ini dengan aliran air yang mengalir deras untuk meniru angin yang mengukir dan membentuk kembali formasi tersebut. Pada akhirnya mencapai penampakan seperti Sphinx.

Lihat Juga :