Ilmuwan Siap Hadirkan Minyak Wangi yang Biasa Dipakai Raja Firaun
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 19:29 WIB
loading...
Ilmuwan Siap Hadirkan Minyak Wangi Firaun. FOTO/ DAILY
A
A
A
JAKARTA - Tim ilmuwan siap menciptakan kembali aroma yang digunakan dalam mumifikasi Perempuan Mesir kuno, lebih dari 3.500 tahun lalu.
BACA JUGA - Wajah Asli Firaun Tutankhamun Terungkap, Begini Bentuk Mukanya
Produk yang dijuluki 'aroma keabadian' itu kini diperkenalkan dalam pameran baru yang mengeksplorasi obsesi Mesir kuno akan kehidupan setelah kematian.
Walau sudah berlalu ribuan tahun, masih banyak praktik mumifikasi Mesir kuno yang tidak diketahui dalam sejarah. Namun kini, tim peneliti sedang mencari petunjuk baru.
Menggunakan teknologi modern, tim ahli di Max Planck Institute Jerman telah mengidentifikasi dan menciptakan kembali aroma yang digunakan dalam mumifikasi seorang perempuan tokoh di Mesir.
Penelitian tim itu berpusat pada zat-zat yang digunakan untuk membalsem perempuan bangsawan Senetnay sekitar tahun 1.450 sebelum masehi. Arkeolog Inggris Howard Carter menemukan jenazah perempuan itu di Lembah Para Raja pada 1900. Ketenaran Carter meningkat pada 1923 ketika ia menemukan makam Tutankhamen.
“Kami hanya mengambilsisa-sisa, serpihan dan jejak-jejak kecil, balsam mumifikasi, zat-zat yang dioleskan ke tubuhnya untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Kami mengambil sampel toples-toples kanopik ini, kemudian menganalisis balsem mumifikasi. Dan berdasarkan komposisi molekulernya, kita bisa mengidentifikasi aroma kuno keabadian atau kehidupan setelah kematian." tutur Ketua tim peneliti dari Max Planck, Barbara Huber seperti dilansir dari VOA.
BACA JUGA - Wajah Asli Firaun Tutankhamun Terungkap, Begini Bentuk Mukanya
Produk yang dijuluki 'aroma keabadian' itu kini diperkenalkan dalam pameran baru yang mengeksplorasi obsesi Mesir kuno akan kehidupan setelah kematian.
Walau sudah berlalu ribuan tahun, masih banyak praktik mumifikasi Mesir kuno yang tidak diketahui dalam sejarah. Namun kini, tim peneliti sedang mencari petunjuk baru.
Menggunakan teknologi modern, tim ahli di Max Planck Institute Jerman telah mengidentifikasi dan menciptakan kembali aroma yang digunakan dalam mumifikasi seorang perempuan tokoh di Mesir.
Penelitian tim itu berpusat pada zat-zat yang digunakan untuk membalsem perempuan bangsawan Senetnay sekitar tahun 1.450 sebelum masehi. Arkeolog Inggris Howard Carter menemukan jenazah perempuan itu di Lembah Para Raja pada 1900. Ketenaran Carter meningkat pada 1923 ketika ia menemukan makam Tutankhamen.
“Kami hanya mengambilsisa-sisa, serpihan dan jejak-jejak kecil, balsam mumifikasi, zat-zat yang dioleskan ke tubuhnya untuk menghadapi kehidupan setelah kematian. Kami mengambil sampel toples-toples kanopik ini, kemudian menganalisis balsem mumifikasi. Dan berdasarkan komposisi molekulernya, kita bisa mengidentifikasi aroma kuno keabadian atau kehidupan setelah kematian." tutur Ketua tim peneliti dari Max Planck, Barbara Huber seperti dilansir dari VOA.
Lihat Juga :