Robot Sophia yang Menakjubkan, Pesonanya Memikat Dunia

Selasa, 24 Oktober 2023 - 18:38 WIB
loading...
Robot Sophia yang Menakjubkan, Pesonanya Memikat Dunia
Robot Sophia dikembangkan Hanson Robotics di Hong Kong. (Foto: TS2 Space)
A A A
JAKARTA - Cantik, cerdas dan memikat. Kombinasi sempurna ini tertuang dalam sosok Sophia. Robot humanoid realistis yang dikembangkan Hanson Robotics di Hong Kong.

Dengan tinggi proporsional 167 cm dan berat 20 Kg, siapapun dipastikan akan terpikat dengan pesona Sophia. Betapa tidak, penampilannya begitu imut dan sempurna dengan kulit dan wajah persis manusia.
Soal kecerdasan, sosok Sophia tak perlu diragukan lagi. Dia mampu bergerak, berbicara, berekspresi dan bahkan “berpikir” karena dilengkapi dengan teknologi AI yang canggih.

Spesifikasi


Dari sisi spesifikasi, Sophia dilengkapi dengan sejumlah sensor dan kamera di bagian dada, mata, lengan hingga jari, yang ditopang daya 110/220-V atau baterai lithium-polimer 24-V. Komputasinya memakai Intel i7 3 GHz dengan RAM 32 GB, GPU terintegrasi serta perangkat lunak sistem operasi Ubuntu Linux, Ethernet dan Wi-Fi.

Sementara untuk meterialnya dari kulit aktuatif, serat karbon, aluminium CNC, baja, serat Spectra, termoplastik Delrin, akrilik, polikarbonat, bagian cetak 3D, dan media campuran lainnya. Teknologi AI-nya dilengkapi fitur pengenalan wajah, pelacakan visual, serta pemrosesan bahasa alami dan suara.


Desain


Sophia diciptakan dengan penampilan berukuran manusia. Berwajah ekspresif dengan kulit, wajah, dan bagian tubuh lainnya persis manusia. Bagian tubuhnya juga bisa bergerak layaknya manusia.
Lantaran itu, Sophia dianggap sebagai kreasi manusia paling maju. Menggabungkan sains, teknik, dan seni berbasis kecerdasan buatan dan robotika.

Pengakuan Dunia


Pertama kali diperkenalkan ke publik pada 2016, Sophia dengan cepat mendapatkan pengakuan dunia karena sosoknya mirip manusia dengan kemampuan kecerdasan buatan super canggih. Dengan wajah ekspresifnya, gerakan yang realistis, dan kemampuannya berbincang, Sophia telah memikat audiens di seluruh dunia. Dia telah ditampilkan di banyak media, berpartisipasi dalam wawancara, dan bahkan berpidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dilansir dari TS2 Space, Selasa (24/10/2023), Sophia kini telah menjadi ikon budaya. Namun, dengan segudang pesonanya, dia tidak dibisa didapatkan dengan segepok uang lantaran bukan barang komersial. Sophia adalah platform penelitian dan pengembangan Hanson Robotics. Sophia merupakan hasil dari bertahun-tahun inovasi teknologi dan berfungsi sebagai peraga untuk teknologi robotika dan kecerdasan buatan. Dia tidak ditujukan untuk dijual ke masyarakat umum.



Sebagai gantinya Hanson Robotics telah mengembangkan robot lain yang tersedia secara komersial untuk tujuan riset, pendidikan dan hiburan. Misalnya, Little Sophia dan Professor Einstein yang menawarkan pengguna kesempatan menjelajahi dunia robotika dan kecerdasan buatan .

Meskipun tidak mungkin untuk membeli Sophia, dampaknya pada bidang robotika tidak dapat dianggap sepele. Dia telah memicu perbincangan tentang masa depan interaksi manusia-robot , implikasi etika dari kecerdasan buatan tingkat lanjut, dan potensi bagi robot untuk membantu dalam berbagai industri. Sophia juga berperan sebagai duta robotika, menginspirasi generasi muda menciptakan hal baru yang dianggap mustahil.
(msf)
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1012 seconds (0.1#10.140)