Kebutuhan Teknologi Kecerdasan Buatan dan Data Sains Melejit

Senin, 25 September 2023 - 16:26 WIB
loading...
Kebutuhan Teknologi...
Perkembangan teknologi kecerdasan melejit. FOTO/ The Verge
A A A
JAKARTA - Kebutuhan tenaga kerja di sektor TeknologiInformasi dan Komunikasi (TIK) pada tahun 2022 hingga 2025 diproyekskan terus meningkat.

BACA JUGA - Pengembangan Ekonomi Hijau Butuh Terobosan Sains

Merujuk data Kementerian Ketenagakerjaan, sumber daya manusia yang dibutuhkan pada sektor TIK pada 2025 diestimasikan mencapai 1.979.418 orang.

Data Academy mempersiapkan talenta digital seiring dilaksanakannya Data Enthusiast Day : The Sultan Job Tomorrow.

Luthfy Ardiansyah, CEO Data Academy, mengatakan penggiat sains data dan kecerdasan artifisial (AI/artificiall intelligence) berkontribusi mengembangkan data ilmiah dan memacu SDM Indonesia untuk berkarier di bidang TIK.

Perkembangan industri TIK membuka lapangan pekerjaan untuk tenaga terampil di bidang AI dan pengolahan data. Kementerian Ketenegakerjaan memprediksi kebutuhan tenaga profesional di bidang digital pada 2030 mencapai 9 juta orang.

Meskipun demikian, jumlah talenta AI yang ada masih jauh dari permintaan, baik dari kualitas maupun kuantitas. Kesenjangan antara ketersediaan pasokan dan permintaan SDM ini yang perlu dipenuhi dengan melalui strategi yang tepat.

“Profesi data science dan AI menjadi salah satu profesi yang menonjol sebagai pekerjaan yang paling banyak dicari di masa depan. Data science telah menjadi sumber kehidupan dunia modern, yang mendorong inovasi dan membantu dalam pengambilan keputusan hampir dalam semua sektor,” tutur Luthfy di Jakarta, Senin (25/9/2023).

Data Enthusiast Day 2023 bertujuan untuk meningkatkan daya saing serta pengembangan data sains dan AI agar generasi muda Indonesia mempersiapkan keterampilan digital.

Indonesia berpotensi mencetak talenta digital yang dibutuhkan untuk menyokong transformasi digital nasional.

“Kami meyakini kemampuan atau skill tenaga kerja Indonesia dalam bidang TIK ini mampu bersaing dengan negara-negara lain dalam dunia digital. Kami optimistis Turnamen Sains Data Nasional menjadi kawah candradimuka untuk talent pool digital nasional yang berdaya saing tinggi,” ucap Luthfy .
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Remaja yang...
Kisah Pilu Remaja yang Bunuh Diri Setelah Pacaran dengan Chatbot
Apa Itu Chatbot dan...
Apa Itu Chatbot dan Dampaknya Bagi Bisnis?
Rekomendasi
Premier Padel Valencia...
Premier Padel Valencia 2026 Hadir Pekan Ini, Saksikan Aksi Para Bintang Padel Dunia di VISION+
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Berita Terkini
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved