Solusi Cepat Kaya, Ilmuwan Ciptakan Pakan Murah untuk Ternak
Kamis, 21 September 2023 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Bagian terbesar dari biaya produksi unggas dibebankan pada pakan. Sebuah artikel yang diterbitkan tentang penelitian Phys.org menyatakan 65 persen biaya produksi unggas berasal dari pakan di Australia. Sementara itu, sampah makanan yang tidak ada hubungannya dengan tempat pembuangan sampah di negara ini terus menumpuk dan melepaskan gas metana yang menyebabkan pemanasan global ke atmosfer.
Dengan mengalihkan sebagian besar limbah makanan, yang seharusnya dibuang ke tempat pembuangan sampah, maka akan mengurangi jumlah uang yang dikeluarkan dan emisi yang dihasilkan oleh perusahaan pakan, sekaligus mengurangi jumlah makanan yang beredar melalui aliran limbah.
Baca Juga: Indonesia Selamatkan Singapura dari Krisis Ayam
“Mendaur ulang sisa makanan menjadi pakan unggas akan membantu peternak menghemat biaya pakan, menghasilkan peningkatan signifikan dalam efisiensi pakan, mengurangi dampak lingkungan dari produksi unggas, dan membantu industri unggas Australia untuk memenuhi permintaan unggas yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon. produksi,” tulis peneliti Thi Hiep Dao.
Kemitraan ini memperkirakan bahwa pakan berbasis limbah akan tersedia secara global di lebih dari 20 negara. Chief executive officer Food Recycle Ltd., Norm Boyle, mengatakan dalam waktu lima tahun, pakan sisa makanan daur ulang akan menjadi solusi terbaik secara global untuk industri unggas , babi, dan akuakultur.
Dengan mengalihkan sebagian besar limbah makanan, yang seharusnya dibuang ke tempat pembuangan sampah, maka akan mengurangi jumlah uang yang dikeluarkan dan emisi yang dihasilkan oleh perusahaan pakan, sekaligus mengurangi jumlah makanan yang beredar melalui aliran limbah.
Baca Juga: Indonesia Selamatkan Singapura dari Krisis Ayam
“Mendaur ulang sisa makanan menjadi pakan unggas akan membantu peternak menghemat biaya pakan, menghasilkan peningkatan signifikan dalam efisiensi pakan, mengurangi dampak lingkungan dari produksi unggas, dan membantu industri unggas Australia untuk memenuhi permintaan unggas yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon. produksi,” tulis peneliti Thi Hiep Dao.
Kemitraan ini memperkirakan bahwa pakan berbasis limbah akan tersedia secara global di lebih dari 20 negara. Chief executive officer Food Recycle Ltd., Norm Boyle, mengatakan dalam waktu lima tahun, pakan sisa makanan daur ulang akan menjadi solusi terbaik secara global untuk industri unggas , babi, dan akuakultur.
(msf)
Lihat Juga :