Meta Hapus Profil Jurnalis Al Jazeera setelah Ungkap Sensor Terhadap Konten Palestina
Jum'at, 15 September 2023 - 07:37 WIB
loading...
Profil media sosial Tamer Almisshal menghilang hanya 24 jam setelah programnya menyelidiki sensor Meta terhadap postingan pro-Palestina. Foto/Doha News
A
A
A
DOHA - Presenter Al Jazeera Arab Tamer Almisshal menemukan profil Facebooknya yang terverifikasi dihapus oleh Meta Platforms Inc. sehari setelah siaran acara investigasinya “Tip of the Iceberg.” Profil media sosial Tamer Almisshal menghilang hanya 24 jam setelah programnya menyelidiki sensor Meta terhadap postingan pro-Palestina.
Episode tersebut berfokus pada dugaan penyensoran Meta terhadap konten Palestina dalam sebuah paparan berjudul “Ruang Terkunci.” Investigasi tersebut mencakup pengakuan terbuka dari Eric Barbing, mantan kepala divisi keamanan siber Israel.
“Setelah sukses besar dalam episode tersebut, saya menemukan bahwa profil Facebook pribadi saya telah dihapus tanpa penjelasan. Ini benar-benar tampak seperti semacam balas dendam terhadap program tersebut,” kata Almisshal dalam sebuah pernyataan kepada Al Jazeera, dikutip SINDOnews dari laman Doha News, Jumat (15/9/2023).
Baca juga; Setelah Facebook Giliran Akun WhatsApp Jurnalis Palestina Diblokir
Barbing mengungkapkan bahwa organisasinya secara khusus memantau konten Palestina berdasarkan kriteria seperti “menyukai” foto warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel. Setelah itu, mereka akan bekerja sama dengan Facebook untuk menghapus konten tersebut. Menurut Barbing, Facebook biasanya menyetujui permintaan ini.
Pakar hak asasi manusia dan hak digital, yang diwawancarai untuk program tersebut, dengan suara bulat sepakat bahwa terdapat ketidakseimbangan yang mencolok dalam cara pembatasan konten Palestina di platform tersebut.
Acara tersebut juga menampilkan Julie Owono, anggota dewan pengawas Facebook, yang mengakui bahwa terdapat inkonsistensi dalam penerapan kebijakan terhadap materi Palestina. Owono menambahkan, rekomendasi telah diteruskan ke Facebook untuk memperbaiki situasi.
Episode tersebut berfokus pada dugaan penyensoran Meta terhadap konten Palestina dalam sebuah paparan berjudul “Ruang Terkunci.” Investigasi tersebut mencakup pengakuan terbuka dari Eric Barbing, mantan kepala divisi keamanan siber Israel.
“Setelah sukses besar dalam episode tersebut, saya menemukan bahwa profil Facebook pribadi saya telah dihapus tanpa penjelasan. Ini benar-benar tampak seperti semacam balas dendam terhadap program tersebut,” kata Almisshal dalam sebuah pernyataan kepada Al Jazeera, dikutip SINDOnews dari laman Doha News, Jumat (15/9/2023).
Baca juga; Setelah Facebook Giliran Akun WhatsApp Jurnalis Palestina Diblokir
Barbing mengungkapkan bahwa organisasinya secara khusus memantau konten Palestina berdasarkan kriteria seperti “menyukai” foto warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan Israel. Setelah itu, mereka akan bekerja sama dengan Facebook untuk menghapus konten tersebut. Menurut Barbing, Facebook biasanya menyetujui permintaan ini.
Pakar hak asasi manusia dan hak digital, yang diwawancarai untuk program tersebut, dengan suara bulat sepakat bahwa terdapat ketidakseimbangan yang mencolok dalam cara pembatasan konten Palestina di platform tersebut.
Acara tersebut juga menampilkan Julie Owono, anggota dewan pengawas Facebook, yang mengakui bahwa terdapat inkonsistensi dalam penerapan kebijakan terhadap materi Palestina. Owono menambahkan, rekomendasi telah diteruskan ke Facebook untuk memperbaiki situasi.
Lihat Juga :