Ambulans Masa Depan JA1 Pulse, Mirip Pesawat Ruang Angkasa

Rabu, 13 September 2023 - 18:38 WIB
loading...
Ambulans Masa Depan...
Ambulans JA1 Pulse membantu dalam keadaan darurat karena punya kecepatan hingga 288mph. (Foto: Daily Mail)
A A A
JAKARTA - Mobil ambulans masa depan diperkirakan bisa melampaui pesawat terbang. Kecepatan dan aksesibilitas mobil ambulans ini juga ditunjang dengan tampilan seperti pesawat ruang angkasa .

Ambulans masa depan ini dirancang oleh Jump Aero yang berbasis di California, Amerika Serikat. Ambulans bernama JA1 Pulse ini membantu dalam keadaan darurat karena punya kecepatan hingga 288mph (250 knot).

Melansir dari Daily Mail, Rabu (13/9/2023), meski saat ini hanya sebuah konsep, JA1 Pulse dirancang untuk membawa peralatan darurat dan satu profesional medis terlatih ke daerah terpencil dan sulit diakses.

Jump Aero menyerahkan proposal kontrak JA1 Pulse senilai 3,6 juta dollar AS atau senilai Rp55 miliar kepada Angkatan Udara AS. Perusahaan ini juga telah menerima pesanan komersial dari Layanan Ambulans Falck yang berbasis di Denmark dan berharap untuk menghasilkan prototipe konsep pertamanya.

Baca Juga: Hyundai Percepat Pengembangan Mobil Terbang

"Falck sangat senang bermitra dengan Jump Aero untuk membantu kami merevolusi masa depan layanan darurat,” kata Jakob Riis, CEO Falck.

Rancangan Jump Aero, menurutnya, akan membantu Falck untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan. Dari sisi teknis, ambulans ini menggunakan sistem eVTOL (electric vertical takeoff and landing). Desain 'tail-sitter' membuat pengguna bisa duduk di area moncong dan baling-baling menghadap ke atas. Kendaraan kemudian lepas landas secara vertikal seperti helikopter, tetapi ujungnya menyamping sehingga bergerak secara horisontal setelah mencapai ketinggian jelajah.

Artinya pilot akan berada dalam posisi berdiri ketika JA1 Pulse berada di tanah dan menukik ke bawah setelah mengudara. Meskipun demikian, mereka bisa melihat ke depan dan ke bawah melalui jendela di bagian moncong dan bodi setiap saat, sementara parasut akan disertakan jika terjadi keadaan darurat.

Dalam mode jelajah, desain pesawat memungkinkan untuk melakukan perjalanan lebih cepat dan lebih efisien daripada helikopter. Lantaran desainnya akan dibangun dengan elemen struktural di antara delapan baling-balingnya yang akan berfungsi sebagai sayap biplan.

Jump Aero pun akan menjadikan JA1 Pulse ini sebagai moda transportasi pribadi berkelanjutan tercepat. Lantaran rekor tiba di lokasi manapun dalam jarak 31 mil (50 kilometer) dalam waktu kurang dari delapan menit.

Baca Juga: Mobil Terbang Bikinan AS Mulai Dijual Bebas

Namun, JA1 Pulse tidak akan menggantikan ambulans tradisional karena belum dirancang sempurna untuk membawa pasien. Tujuannya adalah agar JA1 Pulse dan ambulans bisa bersamaan dikerahkan jika terjadi keadaan darurat di daerah terpencil.
Jump Aero belum mengungkapkan berapa biaya produksi JA1 Pulse. "JA1 Pulse masuk ke pasar segera setelah terbukti aman," kata seorang juru bicara.

"Proses itu akan memakan waktu selama yang dibutuhkan, tetapi harapan kami saat ini adalah 2027,” kata Letnan Kolonel John Tekell, dari Angkatan Udara AS.

Ia berharap konsep pesawat dan strategi pengembangan Jump Aero berfokus pada tanggap darurat cepat memiliki potensi untuk penggunaan terkait pertahanan dan melengkapi program eVTOL lainnya yang dimiliki AS.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Trump Akui AS Balas...
Trump Akui AS Balas Penembakan Helikopter oleh Iran, Meski Awalnya Meremehkan
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
Pemotor Halangi Ambulans...
Pemotor Halangi Ambulans yang Berujung Perusakan di Depok Jadi Tersangka
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Berita Terkini
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved