Mengenal Dust Devil, Pusaran Api yang Viral di Kebakaran Bromo
Senin, 11 September 2023 - 16:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 4 Fakta Gunung Bromo yang Viral Karena Kebakaran Flare
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan pusaran api itu bukan puting beliung ataupun tornado api, melainkan dust devil.
“Dust devil merupakan pusaran udara kecil namun kuat yang terjadi saat udara kering yang sangat panas dan tidak stabil di permukaan tanah naik dengan cepat melalui udara yang lebih dingin di atasnya, membentuk aliran udara ke atas berupa pusaran dan membawa debu, serpihan, atau puing-puing di sekitarnya,” tulis BMKG Juanda lewat akun media sosialnya, Senin (11/9/2023).
Terjadinya dust devil yakni akibat adanya matahari yang memanaskan permukaan tanah, kemudian udara panas naik dan membentuk tekanan rendah. Selanjutnya, udara lebih dingin di sekitarnya masuk alam tekanan rendah dan membentuk pusaran semakin menjulang naik dan bertambah kecepatannya.
“Kemudian, pusaran angin ini semakin kokoh dan menyedot pasir dan debu di sekitarnya dan menjadi dust devil. Dust devil berangsur hilang karena bertemu udara yang lebih dingin,” tulis BMKG.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda menjelaskan pusaran api itu bukan puting beliung ataupun tornado api, melainkan dust devil.
“Dust devil merupakan pusaran udara kecil namun kuat yang terjadi saat udara kering yang sangat panas dan tidak stabil di permukaan tanah naik dengan cepat melalui udara yang lebih dingin di atasnya, membentuk aliran udara ke atas berupa pusaran dan membawa debu, serpihan, atau puing-puing di sekitarnya,” tulis BMKG Juanda lewat akun media sosialnya, Senin (11/9/2023).
Terjadinya dust devil yakni akibat adanya matahari yang memanaskan permukaan tanah, kemudian udara panas naik dan membentuk tekanan rendah. Selanjutnya, udara lebih dingin di sekitarnya masuk alam tekanan rendah dan membentuk pusaran semakin menjulang naik dan bertambah kecepatannya.
“Kemudian, pusaran angin ini semakin kokoh dan menyedot pasir dan debu di sekitarnya dan menjadi dust devil. Dust devil berangsur hilang karena bertemu udara yang lebih dingin,” tulis BMKG.
Lihat Juga :