Waduh, Darah dan Urin Pengguna Ganja Bisa Mengandung Logam Berbahaya
Senin, 04 September 2023 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
“Tanaman ganja dikenal penyerap logam yang tinggi, kami berhipotesis bahwa individu yang menggunakan ganja akan memiliki tingkat biomarker yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakannya,” kata Katelyn McGraw, penulis utama studi tersebut.
Hasil temuan itu dilakukan dengan meneliti sebanyak 7.254 masyarakat di Amerika Serikat. Ribuan partisipan itu didapat melalui data yang dkumpulkan National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) selama periode 205-2018.
Dari situ peneliti kemudian melakukan klasifikasi partisipan sebagai non-mariyuana/non-tembakau, ganja eksklusif, tembakau eksklusif, dan pengguna ganda ganja dan tembakau.
Seluruh sampel kemudian diteliti urin dan darahnya. Dimana detailnya pengukurannya adalah pencarian kadar logam di dalam darahdan kadar logam di dalam urin.
Dari situ para peneliti menemukan adanya kadar kadmium dan timbal yang lebih tinggi dalam darah dan urin peserta menggunakan ganja eksklusif dibanding partisipan yang tidak menghisap ganja dan merokok. Tingkat kadmium dan timbal juga lebih tinggi pada pengguna ganja eksklusif yang melaporkan menggunakan obat tersebut dalam tujuh hari terakhir, dengan kadar logam menurun seiring bertambahnya waktu sejak penggunaan terakhir.
Di sisi lain mereka juga menemukan tingginya tingkat kadmium pada pengguna tembakau ekslusif dibanding ganja eksklusif. Hanya saja hal itu terjadi karena penggunaan tembakau jauh lebih tinggi frekuensinya secara normal ketimbang ganja.
Hasil temuan itu dilakukan dengan meneliti sebanyak 7.254 masyarakat di Amerika Serikat. Ribuan partisipan itu didapat melalui data yang dkumpulkan National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) selama periode 205-2018.
Dari situ peneliti kemudian melakukan klasifikasi partisipan sebagai non-mariyuana/non-tembakau, ganja eksklusif, tembakau eksklusif, dan pengguna ganda ganja dan tembakau.
Seluruh sampel kemudian diteliti urin dan darahnya. Dimana detailnya pengukurannya adalah pencarian kadar logam di dalam darahdan kadar logam di dalam urin.
Dari situ para peneliti menemukan adanya kadar kadmium dan timbal yang lebih tinggi dalam darah dan urin peserta menggunakan ganja eksklusif dibanding partisipan yang tidak menghisap ganja dan merokok. Tingkat kadmium dan timbal juga lebih tinggi pada pengguna ganja eksklusif yang melaporkan menggunakan obat tersebut dalam tujuh hari terakhir, dengan kadar logam menurun seiring bertambahnya waktu sejak penggunaan terakhir.
Di sisi lain mereka juga menemukan tingginya tingkat kadmium pada pengguna tembakau ekslusif dibanding ganja eksklusif. Hanya saja hal itu terjadi karena penggunaan tembakau jauh lebih tinggi frekuensinya secara normal ketimbang ganja.
Lihat Juga :