Fenomena Hari Tanpa Bayangan Terjadi di Indonesia, Cek Penjelasan Ilmiahnya
Kamis, 31 Agustus 2023 - 08:07 WIB
loading...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah wilayah di Indonesia, akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan. Foto/Dok SINDOnews/Antara
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah wilayah di Indonesia, akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan .
Menurut BMKG, fenomena ini terjadi ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit yang dikenal dengan kulminasi atau transit atau istiwa. Saat itu deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi Utama.
"Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat 'menghilang', karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," kata BMKG dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).
Baca juga; Penjelasan Ilmiah Soal Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia
BMKG menambahkan, fenomena kulminasi bisa terjadi karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi. Kondisi ini mengakibatkan posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) sampai dengan 23,5 derajat Lintang Selatan. Hal ini disebut, sebagai gerak semu harian matahari.
Pada tahun ini kata BMKG, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 21 Maret 2023 pukul 04.24 WIB dan 23 September 2023 pukul 13.50 WIB. Adapun pada 21 Juni 2023 pukul 21.57 WIB Matahari berada di titik balik Utara dan pada 22 Desember 2023 pukul 10.27 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.
Menurut BMKG, fenomena ini terjadi ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit yang dikenal dengan kulminasi atau transit atau istiwa. Saat itu deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi Utama.
"Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat 'menghilang', karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan," kata BMKG dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).
Baca juga; Penjelasan Ilmiah Soal Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Indonesia
BMKG menambahkan, fenomena kulminasi bisa terjadi karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi. Kondisi ini mengakibatkan posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) sampai dengan 23,5 derajat Lintang Selatan. Hal ini disebut, sebagai gerak semu harian matahari.
Pada tahun ini kata BMKG, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 21 Maret 2023 pukul 04.24 WIB dan 23 September 2023 pukul 13.50 WIB. Adapun pada 21 Juni 2023 pukul 21.57 WIB Matahari berada di titik balik Utara dan pada 22 Desember 2023 pukul 10.27 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.

Lihat Juga :