Supermoon Biru yang Langka, Bulan Purnama Terbesar dan Paling Terang Tahun Ini
Kamis, 24 Agustus 2023 - 20:34 WIB
loading...
A
A
A
“Nama Supermoon Biru tidak ada hubungannya dengan warna bulan. Faktanya, warnanya sebenarnya oranye,” tulis laman Live Science, Kamis (24/8/2023).
Ada dua jenis bulan biru. Supermoon Biru bulan Agustus termasuk dalam kategori pertama, yaitu dua bulan purnama yang terjadi di bulan yang sama. Hal ini tidak bisa dihindari karena bulan purnama baru terbit setiap 29,5 hari.
Baca juga; Fenomena Blue Moon, Apakah Bulan Benar-benar Berubah Jadi Biru?
Mengingat Sturgeon Moon terjadi pada 1 Agustus 2023, maka bulan purnama pada 30 Agustus akan menjadi bulan biru atau bulan purnama kedua. “Bulan biru jenis ini, disebut bulan biru kalender, terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun sekali, dan bulan berikutnya terjadi pada tanggal 31 Mei 2026,” tulis laman timeanddate.
Jenis Supermoon Biru kedua, disebut juga dengan "bulan biru musiman". Fenomena ini untuk menggambarkan bulan purnama ketiga dari empat bulan purnama selama satu musim astronomi.
![Supermoon Biru yang Langka, Bulan Purnama Terbesar dan Paling Terang Tahun Ini]()
Hal ini terjadi ketika satu tahun kalender mempunyai 13 bulan purnama, bukan 12 bulan purnama pada umumnya. Sebab, satu tahun lunar atau 12 orbit Bumi oleh bulan memakan waktu 354 hari, sedangkan tahun matahari Bumi adalah 365 hari.
Ada dua jenis bulan biru. Supermoon Biru bulan Agustus termasuk dalam kategori pertama, yaitu dua bulan purnama yang terjadi di bulan yang sama. Hal ini tidak bisa dihindari karena bulan purnama baru terbit setiap 29,5 hari.
Baca juga; Fenomena Blue Moon, Apakah Bulan Benar-benar Berubah Jadi Biru?
Mengingat Sturgeon Moon terjadi pada 1 Agustus 2023, maka bulan purnama pada 30 Agustus akan menjadi bulan biru atau bulan purnama kedua. “Bulan biru jenis ini, disebut bulan biru kalender, terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun sekali, dan bulan berikutnya terjadi pada tanggal 31 Mei 2026,” tulis laman timeanddate.
Jenis Supermoon Biru kedua, disebut juga dengan "bulan biru musiman". Fenomena ini untuk menggambarkan bulan purnama ketiga dari empat bulan purnama selama satu musim astronomi.

Hal ini terjadi ketika satu tahun kalender mempunyai 13 bulan purnama, bukan 12 bulan purnama pada umumnya. Sebab, satu tahun lunar atau 12 orbit Bumi oleh bulan memakan waktu 354 hari, sedangkan tahun matahari Bumi adalah 365 hari.
Lihat Juga :