Ubar, Kota 1001 Malam yang Disebutkan dalam Al Quran Ditemukan
Rabu, 23 Agustus 2023 - 06:58 WIB
loading...
A
A
A
Dorongan untuk pencarian Ubar muncul ketika Nicholas Clapp, pemimpin ekspedisi lainnya, membaca literatur tentang kota ini oleh penjelajah Inggris, Bertram Thomas.
Baca Juga: Legenda Kota Bawah Laut Atlantis dan 5 Dunia yang Hilang
Thomas menghabiskan waktu bertahun-tahun tanpa hasil dalam mencari jalur perdagangan Ubar. Lawrence juga terpesona dan merencanakan ekspedisi eksplorasi, namun meninggal sebelum mewujudkannya.
Clapp memiliki dua keuntungan besar dibandingkan para pendahulunya, Lawrence dan Thomas. Yaitu fasilitas NASA di Pasadena, yang terkenal dengan citra antariksanya.
Clapp lantas membujuk ilmuwan JPL Charles Elachi dan Ronald Blom untuk memindai wilayah tersebut dengan sistem radar pesawat ulang-alik khusus yang diterbangkan pada misi terakhir Challenger. Radar mampu melihat menembus pasir di atasnya untuk memilih fitur geologis di bawah permukaan.
Dengan menggunakan citra satelit tersebut, tim dapat memilih rute perdagangan kuno, yang dipenuhi permukaan keras yang dilewati ratusan ribu unta. Persimpangan di mana rute perdagangan bertemu atau bercabang sepertinya merupakan lokasi kota yang hilang.
Berbekal informasi ini, mereka melibatkan arkeolog Juris Zarins dari Southwest Missouri State University dan penjelajah Inggris Sir Ranulf Fiennes, yang pernah bertugas bersama militer Inggris di gurun Oman.
Tim melakukan ekspedisi pendahuluan singkat ke Oman, mencari di 35 lokasi. Mereka menemukan pecahan tembikar dan bukti lain dari jalur perdagangan, tetapi tidak ada yang menunjukkan lokasi pasti kota Ubar.
Tim lantas kembali melakukan penjelajahan pada Desember dan memulai penggalian awal di beberapa lokasi. Mereka kemudian menemukan oasis bernama Shisr.
Selain persimpangan jalan kafilah Badui, penduduk Shisr saat ini bertani menggunakan air dari sumur. Pemerintah Oman baru-baru ini membangun pusat regional Badui di sana, membangun masjid dan rumah-rumah kecil.
Dalam pencariannya, Thomas dan tim mencatat adanya benteng di Shisr. Penduduk mengatakan kepadanya bahwa benteng tersebut dibangun oleh seorang syekh 300 tahun lalu.
Baca Juga: Legenda Kota Bawah Laut Atlantis dan 5 Dunia yang Hilang
Thomas menghabiskan waktu bertahun-tahun tanpa hasil dalam mencari jalur perdagangan Ubar. Lawrence juga terpesona dan merencanakan ekspedisi eksplorasi, namun meninggal sebelum mewujudkannya.
Clapp memiliki dua keuntungan besar dibandingkan para pendahulunya, Lawrence dan Thomas. Yaitu fasilitas NASA di Pasadena, yang terkenal dengan citra antariksanya.
Clapp lantas membujuk ilmuwan JPL Charles Elachi dan Ronald Blom untuk memindai wilayah tersebut dengan sistem radar pesawat ulang-alik khusus yang diterbangkan pada misi terakhir Challenger. Radar mampu melihat menembus pasir di atasnya untuk memilih fitur geologis di bawah permukaan.
Dengan menggunakan citra satelit tersebut, tim dapat memilih rute perdagangan kuno, yang dipenuhi permukaan keras yang dilewati ratusan ribu unta. Persimpangan di mana rute perdagangan bertemu atau bercabang sepertinya merupakan lokasi kota yang hilang.
Berbekal informasi ini, mereka melibatkan arkeolog Juris Zarins dari Southwest Missouri State University dan penjelajah Inggris Sir Ranulf Fiennes, yang pernah bertugas bersama militer Inggris di gurun Oman.
Tim melakukan ekspedisi pendahuluan singkat ke Oman, mencari di 35 lokasi. Mereka menemukan pecahan tembikar dan bukti lain dari jalur perdagangan, tetapi tidak ada yang menunjukkan lokasi pasti kota Ubar.
Tim lantas kembali melakukan penjelajahan pada Desember dan memulai penggalian awal di beberapa lokasi. Mereka kemudian menemukan oasis bernama Shisr.
Selain persimpangan jalan kafilah Badui, penduduk Shisr saat ini bertani menggunakan air dari sumur. Pemerintah Oman baru-baru ini membangun pusat regional Badui di sana, membangun masjid dan rumah-rumah kecil.
Dalam pencariannya, Thomas dan tim mencatat adanya benteng di Shisr. Penduduk mengatakan kepadanya bahwa benteng tersebut dibangun oleh seorang syekh 300 tahun lalu.
Lihat Juga :