China Temukan Teknologi Pendeteksi Kapal Selam Siluman AS, Begini Cara Kerjanya
Senin, 14 Agustus 2023 - 17:46 WIB
loading...
A
A
A
Ketika kapal selam melaju, air yang mengalir di sekitar lambung bergerak lebih cepat saat energi kinetiknya meningkat dan energi potensialnya (dinyatakan sebagai tekanan) berkurang. Ketika tekanan cukup berkurang, gelembung kecil terbentuk di permukaan lambung karena sebagian air menguap.
Proses ini menyebabkan turbulensi dan menghasilkan tanda elektromagnetik, dikenal sebagai fenomena efek magnetohydrodynamic (MHD). Semakin cepat turbulensi, semakin kuat tegangan MHD.
Emisi elektromagnetik yang dihasilkan oleh gelembung kavitasi berfluktuasi dari waktu ke waktu. Kemudian menghasilkan sinyal berbeda dalam rentang frekuensi yang sangat rendah, dari 49,94 Hz hingga 34,19 Hz.
Baca juga; Kapal Selam Nuklir Rusia Bermuatan 6 Torpedo Poseidon Hilang
“Menurut hasil pemodelan komputer, sinyal medan listrik induksi yang signifikan dapat diamati di sekitar haluan, buritan, dan bagian belakang lambung,” tulis Chinese Journal of Ship Research.
Proses ini menyebabkan turbulensi dan menghasilkan tanda elektromagnetik, dikenal sebagai fenomena efek magnetohydrodynamic (MHD). Semakin cepat turbulensi, semakin kuat tegangan MHD.
Emisi elektromagnetik yang dihasilkan oleh gelembung kavitasi berfluktuasi dari waktu ke waktu. Kemudian menghasilkan sinyal berbeda dalam rentang frekuensi yang sangat rendah, dari 49,94 Hz hingga 34,19 Hz.
Baca juga; Kapal Selam Nuklir Rusia Bermuatan 6 Torpedo Poseidon Hilang
“Menurut hasil pemodelan komputer, sinyal medan listrik induksi yang signifikan dapat diamati di sekitar haluan, buritan, dan bagian belakang lambung,” tulis Chinese Journal of Ship Research.
Lihat Juga :