7 Penemuan Dunia yang Terjadi secara Tidak Sengaja, Mulai dari Korek Api hingga Dinamit
Minggu, 06 Agustus 2023 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
De Mestral melihat bahwa duri itu berbentuk seperti kait kecil, yang tersangkut di simpul pakaian dan bulu anjingnya. Terdorong rasa penasaran, dia mulai mencoba membuat kain hook-and-loop sendiri yang bertahan lebih dari 10 tahun. Pada tahun 1955, dia mematenkan Velcro— nama yang menggabungkan kata Perancis velours dan crochet, yang berarti beludru dan pengait.
Kreasi De Mestral sejatinya terbuat dari nilon. Badan luar angkasa Amerika Serikat NASA pengadopsi awal idenya untuk menggunakan Velcro pada pakaian luar angkasa dan pesawat ulang-alik. Faktanya, mereka sangat antusias menerimanya sehingga banyak orang percaya Velcro adalah penemuan NASA.
Saat ini, Velcro banyak digunakan dalam mendesain pakaian jadi, perangkat perawatan kesehatan, mobil, dan pesawat terbang. Dan setelah penelitian selama beberapa dekade, para ilmuwan akhirnya menemukan cara membuat Velcro pada 2021.
4. Dinamit
Nitrogliserin ditemukan oleh ahli kimia Italia pada 1847 Ascanio Sobrero. Tak sengaja ia menemukan formula bahan peledak saat menggabungkan gliserol dengan asam nitrat dan sulfat. Formula ini menghasilkan senyawa yang mudah meledak serta jauh lebih kuat daripada bubuk mesiu, dan lebih mudah menguap.
Sobrero menentang penggunaannya, tetapi teman lab-nya Alfred Nobel melihat potensi untuk menciptakan bahan peledak dan senjata yang menguntungkan. Pada 1867, Nobel menciptakan dinamit, yang menstabilkan nitrogliserin melalui penambahan bubuk silika—meski sempat meledakkan pabriknya dua kali dalam prosesnya.
Baca Juga: Kecewa, Pemilik Mobil Ledakkan Tesla Berikut Boneka Elon Musk Pakai Dinamit
Nama Nobel paling dikenang untuk penemuan dinamit dan menuai hasil dari penjualan senjata perang yang dipatenkannya. Sedangkan Sobrero sangat menyesalinya. "Ketika saya berpikir tentang semua korban yang terbunuh selama ledakan nitrogliserin, dan malapetaka mengerikan yang telah ditimbulkan serta akan terus terjadi di masa depan, saya hampir malu untuk mengakuinya," kata Sobrero.
5. Warfarin, Pengencer Darah
Sejarah inovasi farmakologis dipenuhi dengan penemuan yang tidak disengaja, seperti Viagra (ditujukan untuk tekanan darah tinggi) dan Valium (upaya yang gagal untuk membuat pewarna kain). Khusus warfarin, formula pengencer darah ditemukan bukan di laboratorium, tetapi di sebuah lapangan terbuka.
Pada tahun 1920an, sebagian sapi dan domba menderita pendarahan internal. Banyak hewan yang sebelumnya sehat juga mati kehabisan darah, namun saat makan jerami berjamur di tanah lapang mereka pun berangsur sehat. Seorang dokter hewan Kanada, Frank Schofield, mendiagnosa penyebabnya bisa ditanggulangi dengan jerami berjamur yang mengandung antikoagulan alias pembeku darah.
Pada 1940, para ilmuwan di University of Wisconsin, dipimpin oleh ahli biokimia Karl Link mengisolasi senyawa antikoagulan dalam jerami berjamur. Turunan senyawa tersebut telah dipatenkan sebagai warfarin, sesuai nama Yayasan Penelitian Alumni Wisconsin (WARF) yang mendanai pengembangan penelitian.
Kreasi De Mestral sejatinya terbuat dari nilon. Badan luar angkasa Amerika Serikat NASA pengadopsi awal idenya untuk menggunakan Velcro pada pakaian luar angkasa dan pesawat ulang-alik. Faktanya, mereka sangat antusias menerimanya sehingga banyak orang percaya Velcro adalah penemuan NASA.
Saat ini, Velcro banyak digunakan dalam mendesain pakaian jadi, perangkat perawatan kesehatan, mobil, dan pesawat terbang. Dan setelah penelitian selama beberapa dekade, para ilmuwan akhirnya menemukan cara membuat Velcro pada 2021.
4. Dinamit
Nitrogliserin ditemukan oleh ahli kimia Italia pada 1847 Ascanio Sobrero. Tak sengaja ia menemukan formula bahan peledak saat menggabungkan gliserol dengan asam nitrat dan sulfat. Formula ini menghasilkan senyawa yang mudah meledak serta jauh lebih kuat daripada bubuk mesiu, dan lebih mudah menguap.
Sobrero menentang penggunaannya, tetapi teman lab-nya Alfred Nobel melihat potensi untuk menciptakan bahan peledak dan senjata yang menguntungkan. Pada 1867, Nobel menciptakan dinamit, yang menstabilkan nitrogliserin melalui penambahan bubuk silika—meski sempat meledakkan pabriknya dua kali dalam prosesnya.
Baca Juga: Kecewa, Pemilik Mobil Ledakkan Tesla Berikut Boneka Elon Musk Pakai Dinamit
Nama Nobel paling dikenang untuk penemuan dinamit dan menuai hasil dari penjualan senjata perang yang dipatenkannya. Sedangkan Sobrero sangat menyesalinya. "Ketika saya berpikir tentang semua korban yang terbunuh selama ledakan nitrogliserin, dan malapetaka mengerikan yang telah ditimbulkan serta akan terus terjadi di masa depan, saya hampir malu untuk mengakuinya," kata Sobrero.
5. Warfarin, Pengencer Darah
Sejarah inovasi farmakologis dipenuhi dengan penemuan yang tidak disengaja, seperti Viagra (ditujukan untuk tekanan darah tinggi) dan Valium (upaya yang gagal untuk membuat pewarna kain). Khusus warfarin, formula pengencer darah ditemukan bukan di laboratorium, tetapi di sebuah lapangan terbuka.
Pada tahun 1920an, sebagian sapi dan domba menderita pendarahan internal. Banyak hewan yang sebelumnya sehat juga mati kehabisan darah, namun saat makan jerami berjamur di tanah lapang mereka pun berangsur sehat. Seorang dokter hewan Kanada, Frank Schofield, mendiagnosa penyebabnya bisa ditanggulangi dengan jerami berjamur yang mengandung antikoagulan alias pembeku darah.
Pada 1940, para ilmuwan di University of Wisconsin, dipimpin oleh ahli biokimia Karl Link mengisolasi senyawa antikoagulan dalam jerami berjamur. Turunan senyawa tersebut telah dipatenkan sebagai warfarin, sesuai nama Yayasan Penelitian Alumni Wisconsin (WARF) yang mendanai pengembangan penelitian.
Lihat Juga :