Viral Fenomena Laut Bercahaya di California, bak Film Avatar
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 09:24 WIB
loading...
A
A
A
Dikutip dari Livescience, beberapa hewan diketahui dapat menciptakan cahayanya sendiri, yang disebut bioluminesensi. Kunang-kunang mungkin adalah contoh yang paling terkenal, meskipun banyak spesies lain yang bercahaya, termasuk cacing pendar, anglerfish, dan gurita. Bahkan beberapa tumbuhan, seperti jamur dan cendawan lainnya, bersifat bercahaya.
Apa yang memungkinkan beberapa tumbuhan dan hewan ini menciptakan cahayanya sendiri? Hal ini berkaitan dengan energi. Seperti yang banyak orang ketahui, bahwa energi kimia dapat dilepaskan sebagai panas, begitulah cara makanan yang kita makan diubah menjadi panas tubuh. Pada organisme bercahaya, energi kimia tersebut juga dapat dilepaskan dalam bentuk cahaya.
Baca Juga: 5 Ayat Yasin tentang Fenomena Alam Berikut Penjelasannya
Menurut para ilmuwan yang mempelajari bioluminescence di Universitas California, Santa Barbara organisme ini mengandung senyawa unik yang disebut luciferin. Ketika luciferin terkena oksigen, reaksi kimia (dibantu oleh enzim yang disebut luciferase) kemudian memancarkan cahaya.
Organisme tersebut menggunakannya untuk berbagai alasan, seperti menarik pasangan, memikat mangsa, atau menakut-nakuti predator . Faktanya, sebagian besar bioluminesensi di lautan berwarna biru, karena cahaya biru bergerak paling jauh di dalam air.
Apa yang memungkinkan beberapa tumbuhan dan hewan ini menciptakan cahayanya sendiri? Hal ini berkaitan dengan energi. Seperti yang banyak orang ketahui, bahwa energi kimia dapat dilepaskan sebagai panas, begitulah cara makanan yang kita makan diubah menjadi panas tubuh. Pada organisme bercahaya, energi kimia tersebut juga dapat dilepaskan dalam bentuk cahaya.
Baca Juga: 5 Ayat Yasin tentang Fenomena Alam Berikut Penjelasannya
Menurut para ilmuwan yang mempelajari bioluminescence di Universitas California, Santa Barbara organisme ini mengandung senyawa unik yang disebut luciferin. Ketika luciferin terkena oksigen, reaksi kimia (dibantu oleh enzim yang disebut luciferase) kemudian memancarkan cahaya.
Organisme tersebut menggunakannya untuk berbagai alasan, seperti menarik pasangan, memikat mangsa, atau menakut-nakuti predator . Faktanya, sebagian besar bioluminesensi di lautan berwarna biru, karena cahaya biru bergerak paling jauh di dalam air.
(msf)
Lihat Juga :