35 Juta Data Paspor WNI Bocor dan Dijual Rp150 Juta, Warganet: Murah Banget!
Rabu, 05 Juli 2023 - 15:35 WIB
loading...
Kebocoran data kembali terjadi, diduga menyangkut 35 juta data paspor warga negara Indonesia. Foto: dok USA Today
A
A
A
JAKARTA - Kasus kebocoran data kembali terjadi di pertengahan 2023. Pengamat ruang digital Teguh Aprianto membeberkan adanya kasus kebocoran data yang melibatkan hampir 35 juta data paspor. Data tersebut dijual bebas di situs gelap dan forum hacker.
Dalam cuitannya di Twitter, Teguh memaparkan bahwa data yang bocor mencakup nomor paspor, tanggal berlaku paspor, nama lengkap, tanggal lahir, hingga jenis kelamin. Data dijual dengan harga sangat murah, yakni USD10 ribu atau setara Rp150 juta.
Tersemat juga informasi bahwa data yang bocor dijual dalam format CSV. Adapun ukuran data keseluruhan mencapai 4GB dengan keterangan tambahan menyebut data berhasil dibocorkan pada bulan Juli 2023 atau baru saja terjadi.
“Bagi Anda yang sudah memiliki paspor, selamat karena 34 juta data paspor baru saja dibocorkan dan diperjualbelikan. Di portal tersebut pelaku juga memberikan sampel sebanyak 1 juta data," cuit Teguh di Twitternya dengan akun @secgron.
Laporan Teguh ini pun berhasil mendapat sorotan dari warganet Indonesia. Hingga berita ini dimuat, Rabu (5/7), cuitan itu sudah dilihat sebanyak 22 ribu kali, dikomentari 1.200 kali, dan dibagikan lebih dari 1.800 kali.
Dalam cuitannya di Twitter, Teguh memaparkan bahwa data yang bocor mencakup nomor paspor, tanggal berlaku paspor, nama lengkap, tanggal lahir, hingga jenis kelamin. Data dijual dengan harga sangat murah, yakni USD10 ribu atau setara Rp150 juta.
Tersemat juga informasi bahwa data yang bocor dijual dalam format CSV. Adapun ukuran data keseluruhan mencapai 4GB dengan keterangan tambahan menyebut data berhasil dibocorkan pada bulan Juli 2023 atau baru saja terjadi.
“Bagi Anda yang sudah memiliki paspor, selamat karena 34 juta data paspor baru saja dibocorkan dan diperjualbelikan. Di portal tersebut pelaku juga memberikan sampel sebanyak 1 juta data," cuit Teguh di Twitternya dengan akun @secgron.
Laporan Teguh ini pun berhasil mendapat sorotan dari warganet Indonesia. Hingga berita ini dimuat, Rabu (5/7), cuitan itu sudah dilihat sebanyak 22 ribu kali, dikomentari 1.200 kali, dan dibagikan lebih dari 1.800 kali.
Lihat Juga :