Ini Supermoon Pertama Tahun 2023, Bulan Purnama Buck Moon Jaraknya Lebih Dekat Bumi
Senin, 03 Juli 2023 - 12:32 WIB
loading...
Bulan purnama Juli adalah salah satu yang paling dekat dengan Bumi tahun ini dan salah satu yang terendah dilihat dari Belahan Bumi Utara. Foto/NASA
A
A
A
WASHINGTON - Bulan purnama Juli adalah salah satu yang paling dekat dengan Bumi tahun ini dan salah satu yang terendah dilihat dari Belahan Bumi Utara. Bulan purnama penuh yang dijuluki Buck Moon akan muncul pada 3 Juli ini menjadi supermoon pertama tahun ini.
Buck Moon digambarkan sebagai supermoon karena akan sedikit lebih dekat ke Bumi, sehingga akan terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang. Bulan memiliki orbit Bumi yang berbentuk elips, sehingga setiap bulan memiliki titik perigee (jarak terdekat) dan apogee (jarak terjauh).
Jarak rata-rata perigee dan apogee masing-masing dapat berkisar dari 225.800 mil hingga 251.800 mil (363.400 hingga 405.500 kilometer). Menurut Fred Espenak, seorang astronom dan mantan kalkulator gerhana untuk NASA, bulan yang datang dalam posisi 90% perigee pada bulan tertentu memenuhi syarat sebagai supermoon.
Baca juga; Fenomena Strawberry Moon, Bulan Purnama yang Bersanding dengan Jantung Kalajengking
“Selain lebih dekat ke Bumi daripada rata-rata, Buck Moon juga merupakan salah satu bulan purnama yang menggantung paling rendah dalam setahun. Posisi seperti ini terlihat dari Belahan Bumi Utara,” tulis laman Live Science yang dikutip SINDOnews, Senin (3/7/2023).
Posisi bulan purnama yang rendah ini mengikuti titik balik matahari musim panas di Belahan Bumi Utara. Fenomena ini membuat posisi matahari paling tinggi di langit pada siang hari.
Kondisi ini membuat sisi bulan yang menghadap Bumi akan sepenuhnya diterangi oleh matahari pada Senin, 3 Juli 2023. Posisi paling baik saat bulan terbit malam sebelumnya di langit tenggara dan konstelasi Sagitarius, dan akan tampak cerah dan penuh pada malam tanggal 2 dan 4 Juli.
Buck Moon digambarkan sebagai supermoon karena akan sedikit lebih dekat ke Bumi, sehingga akan terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang. Bulan memiliki orbit Bumi yang berbentuk elips, sehingga setiap bulan memiliki titik perigee (jarak terdekat) dan apogee (jarak terjauh).
Jarak rata-rata perigee dan apogee masing-masing dapat berkisar dari 225.800 mil hingga 251.800 mil (363.400 hingga 405.500 kilometer). Menurut Fred Espenak, seorang astronom dan mantan kalkulator gerhana untuk NASA, bulan yang datang dalam posisi 90% perigee pada bulan tertentu memenuhi syarat sebagai supermoon.
Baca juga; Fenomena Strawberry Moon, Bulan Purnama yang Bersanding dengan Jantung Kalajengking
“Selain lebih dekat ke Bumi daripada rata-rata, Buck Moon juga merupakan salah satu bulan purnama yang menggantung paling rendah dalam setahun. Posisi seperti ini terlihat dari Belahan Bumi Utara,” tulis laman Live Science yang dikutip SINDOnews, Senin (3/7/2023).
Posisi bulan purnama yang rendah ini mengikuti titik balik matahari musim panas di Belahan Bumi Utara. Fenomena ini membuat posisi matahari paling tinggi di langit pada siang hari.
Kondisi ini membuat sisi bulan yang menghadap Bumi akan sepenuhnya diterangi oleh matahari pada Senin, 3 Juli 2023. Posisi paling baik saat bulan terbit malam sebelumnya di langit tenggara dan konstelasi Sagitarius, dan akan tampak cerah dan penuh pada malam tanggal 2 dan 4 Juli.
Lihat Juga :