Gunung di Puncak Alpen Runtuh Setelah Lapisan Es Mencair Akibat Kenaikan Suhu
Senin, 26 Juni 2023 - 20:24 WIB
loading...
A
A
A
Artinya gunung tersebut sekarang lebih pendek sekitar 60 kaki atau 19 meter dari sebelumnya. “Setengah dari puncak gunung itu terkoyak,” kata penyelamat gunung Riccardo Mizio kepada surat kabar Austria Kronen Zeitung dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Senin (26/6/2023).
Sebagian besar puncak gunung di atas 2.500 meter di Pegunungan Alpen ditutupi oleh permafrost, atau tanah beku permanen. Tanpa permafrost, lereng gunung bisa menjadi tidak stabil, menyebabkan tanah longsor dan runtuhan batu.
Permafrost sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim, karena suhu yang hangat dapat menyebabkan es mencair. Meskipun hal ini biasa terjadi di musim panas, ketika lapisan di atas permafrost cenderung mencair untuk waktu yang singkat, gelombang panas yang lebih sering terjadi di Pegunungan Alpen mengakibatkan pencairan semakin dalam.
Baca juga; Gletser Himalaya Mencair 65% Lebih Cepat
Saat tanah menghangat, pencairan permafrost diperkirakan akan menggoyahkan lebih banyak batuan di seluruh Pegunungan Alpen. Kondisi ini menyebabkan lebih sering terjadi tanah longsor dan runtuhan batu.
Sebagian besar puncak gunung di atas 2.500 meter di Pegunungan Alpen ditutupi oleh permafrost, atau tanah beku permanen. Tanpa permafrost, lereng gunung bisa menjadi tidak stabil, menyebabkan tanah longsor dan runtuhan batu.
Permafrost sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim, karena suhu yang hangat dapat menyebabkan es mencair. Meskipun hal ini biasa terjadi di musim panas, ketika lapisan di atas permafrost cenderung mencair untuk waktu yang singkat, gelombang panas yang lebih sering terjadi di Pegunungan Alpen mengakibatkan pencairan semakin dalam.
Baca juga; Gletser Himalaya Mencair 65% Lebih Cepat
Saat tanah menghangat, pencairan permafrost diperkirakan akan menggoyahkan lebih banyak batuan di seluruh Pegunungan Alpen. Kondisi ini menyebabkan lebih sering terjadi tanah longsor dan runtuhan batu.
Lihat Juga :