Mengandung Malware, Waspadai Tiga Aplikasi di Google Play Store Ini

Rabu, 21 Juni 2023 - 06:19 WIB
loading...
Mengandung Malware,...
Cyfirma, perusahaan Cyber security yang berbasis di Singapura, menemukan tiga aplikasi di Google Play Store mengandung malware. Foto/hindustantimes
A A A
SINGAPURA - Cyfirma, perusahaan Cyber security yang berbasis di Singapura , menemukan tiga aplikasi di Google Play Store mengandung malware. Aplikasi itu digunakan oleh grup peretas “DoNot” untuk mengumpulkan data dari perangkat yang ditargetkan.

Grup tersebut dilaporkan menargetkan organisasi terkenal di Asia Tenggara sejak 2018 lalu. Adapun informasi tersebut meliputi data lokasi dan daftar kontak korban.

Aplikasi yang digunakan dalam kampanye terbaru dari DoNot yakni untuk mengumpulkan informasi dasar. Data tersebut bisa menjadi kelompok tersebut untuk melakukan ancaman dan serangan malware yang lebih berbahaya.

Baca juga; Malware Paling Berbahaya di 2023, Waspada!

Kabarnya, saat ini kelompok tersebut telah melakukan serangan tahap pertama. Adapun aplikasi tersebut adalah nSure Chat dan iKHfaa VPN, yang sudah diunggah oleh pengembang bernama 'Security Industry'.

Selain itu, Cyfirma juga menjelaskan, pengembang tersebut juga memiliki aplikasi ketiga di Play Store yang sepertinya tidak berbahaya. Mengenai aplikasi tersebut tim dari gadgetsnow melakukan penelusuran.

Seperti yang dikutip dari laman gadgetsnow, Selasa (20/6/2023), aplikasi iKHfaa VPN tampaknya sudah dihapus. Sedangkan aplikasi chat nSure masih tersedia di platform Google Play Store, dan pihak Google pun masih mengizinkan pengguna untuk mengunduhnya.

Jumlah unduhan pada aplikasi yang dikembangkan oleh 'Security Industry' juga terbilang relatif rendah. Hal tersebut seakan menunjukan, bahwa aplikasi tersebut digunakan secara selektif terhadap target tertentu.

Baca juga; Waspada Malware Berkedok Pengiriman Paket Palsu

Lantas bagaimana aplikasi tersebut mencuri data? Sebuah laporan mengklaim, aplikasi tersebut meminta izin berisiko kepada pengguna selama penginstalan. Di mana izin tersebut mencakup akses ke daftar kontak pengguna dan data lokasi akurat.

Lalu, Aplikasi tersebut mengumpulkan data dan mengirimkannya ke penyerang. Tapi, untuk mengakses lokasi target saat ini, GPS di perangkat korban harus aktif. Sedangkan dalam kasus lain, aplikasi mengambil lokasi perangkat terakhir yang diketahui.

Adapun data yang dikumpulkan disimpan secara lokal dengan memakai Android Room Library. Data tersebut lalu dikirim ke server C2 penyerang lewat permintaan HTTP.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
OpenAI Pilih Singapura...
OpenAI Pilih Singapura sebagai Lokasi Laboratorium AI Pertamanya di Luar AS
Aplikasi Pengintai untuk...
Aplikasi Pengintai untuk Identifikasi Jenis Peralatan Militer Diluncurkan
Peringatan Keamanan...
Peringatan Keamanan Temukan AC, TV, dan Mesin Cuci Bisa Diretas
PM Singapura Lawrence...
PM Singapura Lawrence Wong Bertemu Presiden Prabowo Besok, Ini yang Dibahas
PM Singapura Kunjungi...
PM Singapura Kunjungi Indonesia, 8 Ruas Jalan Ini Ditutup Sementara
Singapura Mulai Proyek...
Singapura Mulai Proyek Raksasa Lawan Kenaikan Permukaan Laut
Rekomendasi
Dharma Pongrekun Tanggapi...
Dharma Pongrekun Tanggapi Kemenkes: Kalau Semua Sudah Konstitusional, Mengapa Masih Perlu Meyakinkan Publik?
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
Berita Terkini
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Infografis
Ini Penjelasan Mengapa...
Ini Penjelasan Mengapa Hajar Aswad di Kakbah Berwarna Hitam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved