Begadang Jangan Begadang, Kalau Tidak Mau Mati Muda

Senin, 19 Juni 2023 - 08:01 WIB
loading...
Begadang Jangan Begadang,...
Kronotipe malam yang suka begadang cenderung mati muda karena merokok dan minum alkohol. Foto: dok Wired
A A A
JAKARTA - Hasil penelitian terbaru mengungkap orang yang suka begadang memiliki risiko lebih tinggi untuk mati muda. Apa sebabnya?

Begadang, jangan begadang
Kalau tiada artinya

Lagu Rhoma Irama dan Soneta itu seolah menegaskan bahwa begadang memiliki dampak buruk.

Ini dibuktikan lewat penelitian terbaru yang dilakukan pada 22.976 orang kembar berusia dewasa di Finlandia selama 37 tahun terakhir.

Dalam penelitian itu diketahui meski kembar banyak dari peserta penelitian memiliki karakter yang berbeda. Termasuk salah satunya karakter orang yang suka begadang atau yang dikenal sebagai kronotipe. Diketahui saat ini ada dua jenis kronotipe yakni tipe pagi dan tipe malam.

Morning person adalah tipe kronotipe yang cenderung beraktivitas lebih awal di pagi hari, sementara night owl atau "kalong" memaksimalkan aktivitas di malam hari dengan begadang.

Dalam beberapa penelitian sebelumnya disebutkan bahwa kronotipe malam cenderung berumur pendek. Hanya saja penelitian yang dilakukan di Finlandia itu justru menemukan jawaban lain.

Menurut penelitian itu kronotipe bukan jadi faktor utama para kronotipe malam yang mati muda. Hal itu diamini oleh Chris Hublin, peneliti dari Finnish Institute of Occupational Health.

Dia mengatakan sama sekali tidak ada pengaruh besar kronotipe terhadap kematian. Apalagi usia pendek dari orang-orang kronotipe malam.

"Sebaliknya peningkatan risiko kematian disebabkan oleh konsumsi tembakau dan alkohol yang lebih besar. Sangat jauh dibandingkan orang-orang kronotipe pagi," jelasnya.

Disebutkan Science Alert, penelitian mulai dilakukan pada 1981 dengan mengidentifikasi peserta dari jenis kronotipe.

Selama penelitian faktor-faktor seperti pendidikan, kebiasaan tidur, serta jumlah merokok dan minum yang dilakukan peserta disesuaikan dalam analisis. Saat itu mereka menemukan data bahwa 8.728 peserta telah meninggal dunia.

Namun, para peserta kronotipe malam yang tidak merupakan dan tidak banyak minum justru tidak memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Dari situ terlihat bahwa merokok dan minum yang dilakukan kronotipe malam jadi faktor utama.

Meskipun kronotipe malam tidak mengindikasikan adanya kebiasaan tidur yang buruk. Hanya saja menurut Chris Hublin hal itu kerap sering berjalan bersamaan. Pada akhirnya gangguan tidur dapat menyebabkan sejumlah masalah mental dan fisik dan sebelumnya juga dikaitkan dengan kecanduan nikotin atau alkohol.

Baca Juga: Remaja Begadang Rawan Picu Aksi Kriminalitas di Jakarta, Ini Imbauan Kapolda Metro

"Ada indikasi tingkat penggunaan alkohol dan zat lain untuk begadang di malam hari," tulis para peneliti dalam makalah tersebut.

Science Alert mengatakan penelitian ini memang jadi fakta yang memprihatinkan. Hanya saja menurut mereka penelitian lebih terperinci yang melibatkan lebih banyak orang di lebih banyak negara akan lebih memperjelas konklusi penelitian itu.

Hanya saja menurut mereka faktor penelitian itu mengungkap adanya gangguan kesehatan yang perlu dikhawatirkan selali pilihan kebiasaan waktu tidur. Masyarakat juga perlu mewaspadai beberapa pilihan gaya hidup yang dilakukan saat tidak tidurdimalamhari.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gen Z Sering Begadang?...
Gen Z Sering Begadang? Pakar Ungkap Dampak Buruk untuk Kesehatan Hati
Dr. Tirta Ungkap Mitos...
Dr. Tirta Ungkap Mitos dan Fakta Begadang, Temukan Tips Kesehatannya dalam Konten YouTube
Begadang vs Kurang Tidur...
Begadang vs Kurang Tidur Apa Bedanya? Simak Penjelasan Dr Tirta
Rekomendasi
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved