Investor Amerika Tertarik Beli TikTok dari ByteDance China
Jum'at, 24 Juli 2020 - 18:30 WIB
loading...
Para investor, yang dipimpin oleh perusahaan modal ventura, General Atlantic dan Sequoia Capital, sedang berdiskusi dengan Departemen Keuangan AS dan regulator lainnya mengenai pembelian TikTok. Foto/Ist
A
A
A
WASHINGTON - TikTok memang sudah menjadi "barang" haram di sejumlah negara, baik Asia, Amerika, Eropa, bahkan Australia . Hanya, kalau bicara potensi bisnisnya, banyak investor yang tertarik membeli atau mengambil-alih aplikasi berbagi video pendek itu. (Baca juga: Kabar Gembira, Dosen dan Guru Punya Cuti Tahunan Sekarang )
Sekelompok investor asal Amerika Serikat dikabarkan tertarik membeli TikTok dari perusahaan teknologi asal China, ByteDance. Kabar ini merebak di tengah isu pelarangan aplikasi video pendek tersebut oleh Pemerintah AS.
Para investor, yang dipimpin oleh perusahaan modal ventura, General Atlantic dan Sequoia Capital, sedang berdiskusi dengan Departemen Keuangan AS dan regulator lainnya mengenai hal ini.
Menurut dua orang yang terlibat dalam diskusi, dengan mengakuisisi TikTok dari induk perusahaan China, apakah itu akan memuaskan kekhawatiran AS tentang isu keamanan atas aplikasi tersebut.
Setelah pembelian, ByteDance akan mempertahankan saham minoritas dalam bisnis internasional, dengan saham yang tidak memberikan suara. Demikian menurut sumber yang tak disebutkan identitasnya.
Sekelompok investor asal Amerika Serikat dikabarkan tertarik membeli TikTok dari perusahaan teknologi asal China, ByteDance. Kabar ini merebak di tengah isu pelarangan aplikasi video pendek tersebut oleh Pemerintah AS.
Para investor, yang dipimpin oleh perusahaan modal ventura, General Atlantic dan Sequoia Capital, sedang berdiskusi dengan Departemen Keuangan AS dan regulator lainnya mengenai hal ini.
Menurut dua orang yang terlibat dalam diskusi, dengan mengakuisisi TikTok dari induk perusahaan China, apakah itu akan memuaskan kekhawatiran AS tentang isu keamanan atas aplikasi tersebut.
Setelah pembelian, ByteDance akan mempertahankan saham minoritas dalam bisnis internasional, dengan saham yang tidak memberikan suara. Demikian menurut sumber yang tak disebutkan identitasnya.
Lihat Juga :