Penemuan Gereja Kuno di Istanbul, Terdapat Terowongan dan Ruang Bawah Tanah
Jum'at, 02 Juni 2023 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Lokasi penemuan berada di distrik SaraƧhane di pusat Istanbul dan sempat telantar. Tetapi IBB memulai pembangunan kembali daerah tersebut tahun lalu sebagai bagian dari proyek objek wisata.
![Penemuan Gereja Kuno di Istanbul, Terdapat Terowongan dan Ruang Bawah Tanah]()
Menurut The Oxford Dictionary of Byzantium (Oxford University Press, 1991), Gereja St. Polyeuctus dibangun antara tahun 524 dan 527 M, pada masa pemerintahan kaisar Justinian. Gereja itu adalah salah satu gereja paling indah di Konstantinopel, serta yang terbesar sampai katedral Hagia Sophia (sekarang menjadi masjid) selesai dibangun pada tahun 537.
Sekarang yang tersisa hanyalah reruntuhannya, tetapi di masa kejayaannya, Gereja St. Polyeuctus didekorasi dengan indah dan mungkin memiliki kubah. Polat mengatakan gereja itu ditinggalkan setelah rusak parah akibat gempa bumi pada abad ke-11 dan akhirnya hancur saat penjarahan kota pada 1204 oleh Tentara Salib, terutama dari Eropa Barat.
Baca juga; Terowongan di Bawah Kuil Osiris Mesir Diyakini Mengarah ke Makam Cleopatra
Menurut sejarawan Inggris Jonathan Phillips, penulis "The Fourth Crusade and the Sack of Constantinople" (Penguin Books, 2005), Tentara Salib telah dibujuk ke Konstantinopel untuk mendukung faksi Kekaisaran Bizantium saat dalam perjalanan untuk membebaskan Yerusalem. Tetapi mereka dibiarkan dengan tangan kosong ketika kaisar favorit mereka digulingkan oleh pemberontakan, dan mereka malah menjarah kota kekaisaran.

Menurut The Oxford Dictionary of Byzantium (Oxford University Press, 1991), Gereja St. Polyeuctus dibangun antara tahun 524 dan 527 M, pada masa pemerintahan kaisar Justinian. Gereja itu adalah salah satu gereja paling indah di Konstantinopel, serta yang terbesar sampai katedral Hagia Sophia (sekarang menjadi masjid) selesai dibangun pada tahun 537.
Sekarang yang tersisa hanyalah reruntuhannya, tetapi di masa kejayaannya, Gereja St. Polyeuctus didekorasi dengan indah dan mungkin memiliki kubah. Polat mengatakan gereja itu ditinggalkan setelah rusak parah akibat gempa bumi pada abad ke-11 dan akhirnya hancur saat penjarahan kota pada 1204 oleh Tentara Salib, terutama dari Eropa Barat.
Baca juga; Terowongan di Bawah Kuil Osiris Mesir Diyakini Mengarah ke Makam Cleopatra
Menurut sejarawan Inggris Jonathan Phillips, penulis "The Fourth Crusade and the Sack of Constantinople" (Penguin Books, 2005), Tentara Salib telah dibujuk ke Konstantinopel untuk mendukung faksi Kekaisaran Bizantium saat dalam perjalanan untuk membebaskan Yerusalem. Tetapi mereka dibiarkan dengan tangan kosong ketika kaisar favorit mereka digulingkan oleh pemberontakan, dan mereka malah menjarah kota kekaisaran.

Lihat Juga :