Mengerikan! Arkeolog Temukan Jejak Kematian Hitam di Catalonia Spanyol

Selasa, 30 Mei 2023 - 09:17 WIB
loading...
Mengerikan! Arkeolog...
Ilustrasi wabah kematian hitam. Foto: Istimewa
A A A
JAKARTA - Arkeolog dari Universitat Autonoma de Barcelona (UAB) menemukan jejak Yersinia Pestis (The Black Death) di sisa-sisa manusia yang ditemukan, di Catalonia, Spanyol.

Black death atau Kematian hitam adalah pandemi wabah yang terjadi di Eurasia Barat dan Afrika Utara, dari 1346 hingga 1353. Ini adalah pandemi paling fatal yang dicatat dalam sejarah manusia.

"Menyebabkan kematian 75-200 juta orang, dan memuncak di Eropa dari 1347 hingga 1351," tulis Heritage Daily, dikutip Selasa (30/5/2023).

Baca juga: Tanzania Umumkan Wabah Virus Marburg yang Mematikan

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis, coccobacillus yang tidak motil yang dapat menginfeksi manusia melalui kutu tikus oriental (Xenopsylla cheopis). Selama pandemi Black Death, bakteri ini menyebar dari kontak orang ke orang melalui aerosol, sehingga menyebabkan wabah pneumonik.

"Asal usul kematian hitam diperdebatkan. Namun, bukti genetik menunjukkan, bahwa Yersinia Pestis berevolusi 2.600 tahun yang lalu di pegunungan Tian Shan, di perbatasan antara Kirgistan dan China," jelasnya.

Sisa-sisa di Catalonia ditemukan selama pekerjaan konstruksi untuk memperluas markas Budaya Museum Budaya Anggur Catalonia (Vinseum). Sekitar 129 orang diidentifikasi berasal dari abad ke-14, di mana 60 di antaranya adalah anak di bawah umur.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hantavirus Merebak,...
Hantavirus Merebak, Bill Gates Peringatkan Pandemi Berikutnya Bisa 10 Kali Lebih Buruk
Telur Terkontaminasii...
Telur Terkontaminasii Wabah Salmonella Menyebar di AS
Kasus Pembunuhan Setahun...
Kasus Pembunuhan Setahun Lalu Terbongkar lewat Google Maps
Penyakit Misterius Menyebabkan...
Penyakit Misterius Menyebabkan 300 Warga Uganda Gemetar Tak Terkendali
Ilmuwan Ungkap Hewan...
Ilmuwan Ungkap Hewan Penyebar Pandemi ke Manusia Berikutnya
Wortel Mengandung Wabah...
Wortel Mengandung Wabah E.coli Menteror Amerika Serikat
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Hantavirus: Potensi...
Hantavirus: Potensi Pandemi Kecil, Tapi Kewaspadaan Harus Tetap Tinggi
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
Israel Berharap Temukan...
Israel Berharap Temukan Jasad Legenda Mossad Eli Cohen di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved