Kehadiran El Nino Terdeteksi Satelit NASA, Gelombang Hangat Kelvin Lintasi Pasifik

Rabu, 17 Mei 2023 - 06:09 WIB
loading...
Kehadiran El Nino Terdeteksi...
NASA telah mengidentifikasi tanda-tanda awal kehadiran El Nino dari luar angkasa menggunakan satelit Sentinel-6 Michael Freilich. Foto/NASA/Live Science
A A A
FLORIDA - NASA telah mengidentifikasi tanda-tanda awal kehadiran El Nino dari luar angkasa menggunakan satelit Sentinel-6 Michael Freilich. Satelit NASA ini merekam kemunculan gelombang hangat Kelvin yang bergerak ke arah timur melintasi Pasifik.

Gelombang Kelvin merupakan sebuah fenomena yang sering dianggap sebagai pendahulu El Nino. Data dari satelit Sentinel-6 Michael Freilich, yang memantau permukaan laut, menunjukkan gelombang Kelvin bergerak melintasi Pasifik.

Gelombang Kelvin merupakan gelombang laut panjang setinggi hanya 5 sampai 10 cm, tetapi lebarnya ratusan mil. Mereka dianggap sebagai pendahulu El Nino ketika mereka terbentuk di ekuator dan memindahkan lapisan atas air yang hangat ke Pasifik barat.

Baca juga; El Nino Datang Bulan Depan hingga 2024, Suhu Naik 1 - 1,5 Derajat Celcius

Salah satu satelit NASA mendeteksi gelombang hangat Kelvin di Samudra Pasifik bergerak ke arah timur menuju pantai barat Amerika Selatan pada bulan Maret dan April. “Kami mengawasi El Nino ini seperti elang,” kata Josh Willis, seorang ilmuwan proyek di Sentinel-6 Michael Freilich di NASA's Jet Propulsion Laboratory (JPL) dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Rabu (17/5/2023).

Satelit Sentinel-6 antara awal Maret dan akhir April menunjukkan gelombang Kelvin menggerakkan air hangat ke timur, menyatukannya di lepas pantai Kolombia, Ekuador, dan Peru. Bagian merah dan putih dari animasi mewakili air yang lebih hangat dan permukaan laut yang lebih tinggi.

"Gelombang laut mengeluarkan panas di sekitar planet, membawa panas dan kelembapan ke pantai dan mengubah cuaca," kata Nadya Vinogradova Shiffer, ilmuwan program NASA dan manajer Sentinel-6 Michael Freilich.

El Nino adalah bagian dari siklus iklim El Nino-Southern Oscillation (ENSO). Biasanya, angin timur di sepanjang khatulistiwa yang dikenal sebagai angin pasat, meniupkan air permukaan ke barat melintasi Pasifik.

Baca juga; Fenomena El Nino Bikin Lautan Makin Panas, Mencapai Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Angin ini memindahkan air laut yang hangat dari Amerika Selatan menuju Asia. Hal ini menyebabkan dampak yang signifikan pada pola cuaca di seluruh dunia.

El Nino biasanya terjadi setiap tiga sampai lima tahun sekali, tetapi dapat terjadi lebih sering atau lebih jarang. El Nino terakhir terjadi pada 2019 dan berlangsung selama enam bulan, antara Februari dan Agustus.
Kehadiran El Nino Terdeteksi Satelit NASA, Gelombang Hangat Kelvin Lintasi Pasifik


National Atmospheric and Oceanic Administration (NOAA) pada 11 Mei 2023 mengatakan, ada 90% kemungkinan El Nino akan melanda tahun ini dan bertahan hingga musim dingin di Belahan Bumi Utara. Menurut prediksi NOAA, ada kemungkinan 80% terjadi El Nino sedang, yang mengakibatkan suhu permukaan laut naik 1,8 derajat Fahrenheit atau 1 derajat Celcius.

NOAA dan NASA akan terus memantau kondisi di Pasifik selama beberapa bulan mendatang untuk menentukan apakah dan kapan El Nino akan melanda dan seberapa kuatnya. Pada bulan April, para ilmuwan mencatat suhu permukaan laut tertinggi yang pernah ada, dengan rata-rata global mencapai 21,1 derajat Celcius.

Baca juga; Apa Saja Dampak El Nino Terhadap Indonesia?

Willis mengatakan kombinasi alam, antara fenomena El Nino dan peningkatan suhu laut bisa berarti serangkaian rekor tertinggi dalam 12 bulan ke depan. “Tahun mendatang akan menjadi perjalanan yang liar jika El Nino benar-benar muncul,” katanya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Rekomendasi
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Berita Terkini
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved