Bak Bola Salju, Bumi Pernah Diselimuti Lapisan Es Selama 15 Juta Tahun

Selasa, 11 April 2023 - 20:19 WIB
loading...
Bak Bola Salju, Bumi...
Bumi pernah diselimuti lapisan es selama zaman es ekstrem selama 15 juta tahun sehingga mirip bola salju. Foto/wikimedia commons/Space
A A A
BEIJING - Bumi pernah diselimuti lapisan es selama zaman es ekstrem selama 15 juta tahun sehingga mirip bola salju. Keadaan bola salju ini membantu kehidupan bertahan selama periode glasial ekstrem 650 juta tahun lalu di planet bumi.

Para peneliti membuat penemuan tersebut ketika mempelajari sampel dari Distrik Kehutanan Shennongjia timur di Provinsi Hubei China yang berasal dari periode glasial yang disebut glasiasi Marinoan. Zaman ini diperkirakan telah berakhir antara 628 juta dan 623 juta tahun yang lalu.

Gletser Marinoan dianggap sebagai salah satu zaman es paling ekstrem yang pernah dialami Bumi. “Kami menyebut zaman es ini 'Bumi Bola Salju’. Kami percaya bahwa Bumi telah membeku seluruhnya selama zaman es yang panjang ini,” kata profesor geosains Universitas Cincinnati, Thomas Algeo, dikutip SINDOnews dari laman Space, Selasa (11/4/2023).

Baca juga; Ukuran Otak yang Besar Membantu Mamalia Bertahan Hidup di Zaman Es

Teori ini didasarkan pada bukti bahwa Algeo dan rekan-rekannya yang menemukan sejenis vegetasi air asin yang disebut bentik makroalga fototropik. Alga jenis ini ditemukan dalam serpih hitam, sedimen kaya organik berwarna gelap yang terdapat dalam catatan geologis selama berbagai periode dalam sejarah Bumi.

Serpih hitam khusus ini berasal dari sekitar 600 juta tahun, bertepatan dengan glasiasi Marinoan. Alga jenis ini hidup di dasar lautan dan bertahan melalui fotosintesis, yang berarti membutuhkan cahaya dari matahari untuk mengubah air dan karbon dioksida menjadi energi.

Penulis utama dan peneliti China University of Geosciences, Huyue Song, mengatakan meskipun air dalam mungkin tidak mengandung oksigen untuk mendukung kehidupan selama periode ini, namun laut dangkal memiliki banyak kandungan oksigen.

Ini menunjukkan bahwa kondisi lautan yang dapat dihuni mungkin lebih luas dari yang diperkirakan sebelumnya, dan meluas ke lautan antara daerah tropis dan kutub. Kehidupan dalam bentuk organisme bersel tunggal dan bersel banyak bisa saja terlindung di lautan terbuka ini saat Bumi mencair pada akhir zaman es Marinoan.

Baca juga; Arkeolog Temukan Fakta Baru Kerangka Kuda Zaman Es yang Ditemukan di Utah

“Kami menghadirkan model Bumi Bola Salju baru di mana perairan terbuka ada di lautan lintang rendah dan menengah," kata Song. Dia menambahkan bahwa Marinoan akan diselingi dengan periode pencairan dan pembekuan dan kehidupan dapat bertahan selama 15 juta tahun.
Bak Bola Salju, Bumi Pernah Diselimuti Lapisan Es Selama 15 Juta Tahun


Algeo menambahkan, tempat perlindungan bagi kehidupan ini mungkin benar-benar telah membantu menghangatkan Bumi dan mengakhiri Zaman Es Marino. Ini karena alga di dalam air akan melepaskan karbon dioksida, dan gas rumah kaca ini kemudian akan menahan panas yang mencairkan gletser.

“Salah satu pesan umum yang bisa dibawa pulang adalah seberapa besar pengaruh biosfer terhadap siklus karbon dan iklim. Kami tahu bahwa karbon dioksida adalah salah satu gas rumah kaca terpenting. Jadi kami melihat bagaimana perubahan dalam siklus karbon berdampak pada iklim global,” kata Algeo.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai Salju Setebal...
Badai Salju Setebal 5 Meter Menimbun Bangunan di Rusia
Gudang Es Pertama di...
Gudang Es Pertama di Dunia Ditemukan, Ilmuwan: Ini Penyelamat Iklim Bumi
Salju Menyelimuti Pegunungan...
Salju Menyelimuti Pegunungan Al-Lawz di Arab Saudi
Robot Apung Mulai Kumpulkan...
Robot Apung Mulai Kumpulkan Data Pertama di Bawah Es Antartika
Dua Wajah Embun Upas...
Dua Wajah Embun Upas Bromo: Anugerah Bagi Pariwisata, Tantangan bagi Petani Tangguh Tengger
Mencairnya Es Ungkap...
Mencairnya Es Ungkap Rahasia Ribuan Tahun di Pegunungan Rocky
Jangan Langsung Minum...
Jangan Langsung Minum Air Es Saat Berbuka Puasa! Ini Dampaknya bagi Kesehatan
Prajurit TNI yang Tuduh...
Prajurit TNI yang Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Spons Diberi Hukuman Disiplin
Es Gabus Dituding Berbahan...
Es Gabus Dituding Berbahan Spons, Ahli Gizi Buka Suara
Rekomendasi
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Bahlil: Saya Menteri...
Bahlil: Saya Menteri yang Tak Suka Impor, Karena Disitu Pasti Ada Rente!
10 Rahasia Puasa Asyura...
10 Rahasia Puasa Asyura yang Jarang Diketahui, Nomor 1 Sangat Istimewa
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
14 Aktivis Asing yang...
14 Aktivis Asing yang Dibunuh Israel selama 20 Tahun Terakhir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved