Asal Usul Rubah Kucing Legendaris Terungkap, Punya Gen Mirip Kucing Liar
Jum'at, 24 Maret 2023 - 14:42 WIB
loading...
Asal usul Rubah Kucing yang legendaris berhasil diungkap ilmuwan setelah hampir 100 tahun melakukan penelitian genetika. Foto/nature.scot
A
A
A
PARIS - Asal usul Rubah kucing yang legendaris berhasil diungkap ilmuwan setelah hampir 100 tahun melakukan penelitian genetika. Rubah Kucing pertama kali terdokumentasi di pulau Mediterania Korsica pada 1929 dengan nama ghjattu volpe.
Kucing liar Korsika mendapat julukan rubah kucing karena memiliki warna seperti rubah dan ekornya yang besar. Meskipun dinamai Rubah Kucing, ternyata spesies ini bukan hibrida kucing-rubah.
Hasil penelitian genetika para ilmuwan, kucing liar Korsika termasuk dalam genus Felis bersama kucing liar dan kucing domestik lainnya. Namun, para peneliti sedang mempelajari genetika mereka untuk mengetahui penempatan yang tepat dalam kelompok tersebut.
Baca juga; Ini Penyebab Kucing Menyukai Tanaman Akar Kucing
“Kami memiliki bukti bahwa kucing kecil ini memiliki identitas genetiknya sendiri. Ini adalah langkah pertama untuk diakui sebagai subspesies,” kata Sebastien Devillard, asisten profesor ekologi evolusioner di Universitas Claude Bernard Lyon 1 di Prancis, kepada Live Science, Jumat (24/3/2023).
Kucing liar Korsika mendapat julukan rubah kucing karena memiliki warna seperti rubah dan ekornya yang besar. Meskipun dinamai Rubah Kucing, ternyata spesies ini bukan hibrida kucing-rubah.
Hasil penelitian genetika para ilmuwan, kucing liar Korsika termasuk dalam genus Felis bersama kucing liar dan kucing domestik lainnya. Namun, para peneliti sedang mempelajari genetika mereka untuk mengetahui penempatan yang tepat dalam kelompok tersebut.
Baca juga; Ini Penyebab Kucing Menyukai Tanaman Akar Kucing
“Kami memiliki bukti bahwa kucing kecil ini memiliki identitas genetiknya sendiri. Ini adalah langkah pertama untuk diakui sebagai subspesies,” kata Sebastien Devillard, asisten profesor ekologi evolusioner di Universitas Claude Bernard Lyon 1 di Prancis, kepada Live Science, Jumat (24/3/2023).
Lihat Juga :