Pallas, Kucing Liar Langka Ditemukan di Gunung Everest
Jum'at, 10 Februari 2023 - 16:43 WIB
loading...
Spesies kucing liar langka ditemukan di puncak Gunung Everest, Nepal, oleh sekelompok ilmuwan selama ekspedisi ke Taman Nasional Sagarmatha. Foto/Wikipedia/greekreporter
A
A
A
KATHMANDU - Spesies kucing liar langka ditemukan di puncak Gunung Everest , Nepal, oleh sekelompok ilmuwan selama ekspedisi ke Taman Nasional Sagarmatha. Spesies yang dikenal sebagai kucing Pallas adalah salah satu kucing liar terkecil di dunia.
Dalam artikel baru-baru ini yang diterbitkan di Cat News, para peneliti mengungkapkan laporan pertama kucing Pallas (Otocolobus manul) di Nepal timur berdasarkan bukti genetik dari sampel kotoran. Menurut temuan studi metabarcoding DNA yang dilakukan pada sampel yang dikumpulkan, setidaknya ada dua ekor kucing yang tinggal di wilayah tersebut.
Sampel penelitian dikumpulkan dari dua tempat yang berjarak enam kilometer satu sama lain. Lokasi pertama berada di ketinggian 5.110 meter, sedangkan lokasi kedua berada di ketinggian 5.190 meter. Menurut temuan terbaru, para peneliti telah menentukan bahwa kucing Pallas sebenarnya tinggal di wilayah timur Nepal.
Baca juga; Ini Gawat, Status Gunung Everest Sebagai yang Tertinggi di Dunia Diragukan
Dr Tracie Seimon, yang bekerja untuk Program Kesehatan Zoologi dari Masyarakat Konservasi Margasatwa, menyebut penemuan spesies yang tidak biasa ini di gunung yang merupakan titik tertinggi di atas permukaan laut sebagai fenomenal. Penemuan kucing Pallas di gunung Everest menambah kekayaan keanekaragaman hayati dari habitat di pegunungan tinggi yang terisolasi.
Menurut blog discoverywildlife.com, kucing Pallas hidup di seluruh padang rumput Asia Tengah dan stepa pegunungan, termasuk Iran, Afghanistan, Pakistan, dan India utara. Kucing Pallas dapat ditemukan di ketinggian 5.600 meter di Mongolia dan Rusia, tempat mereka menempati sebagian besar wilayah jelajahnya saat ini.
“Ini adalah penemuan unik tidak hanya dari segi sains tetapi juga konservasi, karena populasi kucing Pallas ini dilindungi secara hukum di bawah CITES (Konvensi Internasional),” kata Anton Seimon, peneliti lain dari National Geographic Explorer dikutip dari laman greekreporter, Jumat (10/2/2023).
Dalam artikel baru-baru ini yang diterbitkan di Cat News, para peneliti mengungkapkan laporan pertama kucing Pallas (Otocolobus manul) di Nepal timur berdasarkan bukti genetik dari sampel kotoran. Menurut temuan studi metabarcoding DNA yang dilakukan pada sampel yang dikumpulkan, setidaknya ada dua ekor kucing yang tinggal di wilayah tersebut.
Sampel penelitian dikumpulkan dari dua tempat yang berjarak enam kilometer satu sama lain. Lokasi pertama berada di ketinggian 5.110 meter, sedangkan lokasi kedua berada di ketinggian 5.190 meter. Menurut temuan terbaru, para peneliti telah menentukan bahwa kucing Pallas sebenarnya tinggal di wilayah timur Nepal.
Baca juga; Ini Gawat, Status Gunung Everest Sebagai yang Tertinggi di Dunia Diragukan
Dr Tracie Seimon, yang bekerja untuk Program Kesehatan Zoologi dari Masyarakat Konservasi Margasatwa, menyebut penemuan spesies yang tidak biasa ini di gunung yang merupakan titik tertinggi di atas permukaan laut sebagai fenomenal. Penemuan kucing Pallas di gunung Everest menambah kekayaan keanekaragaman hayati dari habitat di pegunungan tinggi yang terisolasi.
Menurut blog discoverywildlife.com, kucing Pallas hidup di seluruh padang rumput Asia Tengah dan stepa pegunungan, termasuk Iran, Afghanistan, Pakistan, dan India utara. Kucing Pallas dapat ditemukan di ketinggian 5.600 meter di Mongolia dan Rusia, tempat mereka menempati sebagian besar wilayah jelajahnya saat ini.
“Ini adalah penemuan unik tidak hanya dari segi sains tetapi juga konservasi, karena populasi kucing Pallas ini dilindungi secara hukum di bawah CITES (Konvensi Internasional),” kata Anton Seimon, peneliti lain dari National Geographic Explorer dikutip dari laman greekreporter, Jumat (10/2/2023).

Lihat Juga :