Fosil Penguin Purba Ditemukan di Selandia Baru, Berukuran Raksasa Bobotnya 154 Kg

Kamis, 09 Februari 2023 - 20:29 WIB
loading...
Fosil Penguin Purba...
Fosil dua spesies baru penguin purba ditemukan di dalam bongkahan batu pantai di Otago Utara, Pulau Selatan, Selandia Baru. Foto/Live Science/Bruce Museum
A A A
WELLINGTON - Fosil dua spesies baru penguin purba ditemukan di dalam bongkahan batu pantai di Otago Utara, Pulau Selatan, Selandia Baru. Salah satu spesies baru tersebut adalah penguin terbesar yang pernah ditemukan.

Para peneliti menemukan sisa-sisa fosil penguin terbesar yang pernah diketahui di Bumi, berukuran raksasa seberat 154 kilogram (Kg). Penguin ini pernah hidup di lautan sekitar Selandia Baru lebih dari 50 juta tahun yang lalu.

Fosil dari spesies yang baru ditemukan ini, adalah Kumimanu fordycei. Lima dari spesimen yang tersisa milik spesies lain yang baru ditemukan, Petradyptes stonehousei. Satu fosil lainnya milik penguin raksasa yang sudah diketahui, Kumimanu biceae, dan dua tidak teridentifikasi.

Baca juga; Perilaku Aneh Penguin Jambul, Hanya Mau Mengerami Satu Telur

Batuan tempat ditemukan fosil itu berumur antara 59,5 juta dan 55,5 juta tahun yang lalu. Dalam sebuah penelitian, yang diterbitkan 8 Februari di Journal of Paleontology, para peneliti memperkirakan berat dua spesies yang baru ditemukan berdasarkan ukuran dan kepadatan tulang mereka dibandingkan dengan penguin modern.

Tim menemukan bahwa Petradyptes stonehousei memiliki berat sekitar 50 kilogram, sedikit di atas berat penguin kaisar (Aptenodytes forsteri) yang masih ada saat ini. Sedangkan Kumimanu fordeycei memiliki berat lebih dari tiga kali lipat, sekitar 154 Kg.

“Menurut analisis kami, Kumimanu fordycei adalah penguin terbesar yang diketahui saat ini,” kata Daniel Ksepka, ahli paleontologi dan kurator di Bruce Museum di Greenwich, Connecticut, kepada Live Science, Kamis (9/2/2023).

Sebelumnya, penguin terbesar yang tercatat adalah Palaeeudyptes klekowskii, yang hidup sekitar 37 juta tahun yang lalu di Antartika. Beratnya sekitar 116 kg dan tingginya 2 meter, sehingga dijuluki "penguin raksasa".

Baca juga; Koloni Penguin Kaisar yang Tersembunyi di Antartika Terungkap Foto Satelit

Penguin terbesar berikutnya, K. biceae, beratnya sekitar 121 kg dan memiliki panjang tubuh sekitar 1,8 meter. Dua spesies baru itu kemungkinan berada di antara beberapa penguin purba pertama.

Penemuan baru ini dapat menjelaskan bagaimana kelompok tersebut berevolusi dari waktu ke waktu. Spesies baru itu memiliki “tulang sirip yang relatif primitif,” kata Ksepka.

Dalam banyak hal (mereka) menyerupai burung yang dapat terbang di udara dan mendorong diri mereka sendiri di bawah air dengan sayapnya, seperti auk dan puffin. Tapi tak satu pun dari spesies baru bisa terbang.

Penguin kemungkinan besar kehilangan kemampuan untuk terbang demi berenang sekitar 60 juta tahun yang lalu, tidak lama sebelum spesies baru itu muncul. Jadi penguin awal ini belum berevolusi menjadi sirip super efisien yang terlihat pada penguin purba yang lebih muda dan kerabat mereka yang masih hidup.

Baca juga; Fotografer Satwa Liar Temukan Penguin Albino yang Sangat Langka
Fosil Penguin Purba Ditemukan di Selandia Baru, Berukuran Raksasa Bobotnya 154 Kg


Ukuran penguin raksasa Kumimanu fordycei yang sangat besar menunjukkan bahwa gigantisme berevolusi sejak awal garis keturunan penguin. Kondisi lingkungan unik Selandia Baru kuno memainkan peran kunci dalam kemunculan penguin raksasa.

“Selandia Baru menjadi tempat yang bagus untuk menjadi penguin. Ada tempat mencari makan yang baik di lepas pantai untuk burung laut, dan tidak ada mamalia darat selain kelelawar di Selandia Baru sebelum manusia tiba, yang menjadikan area bersarang lebih aman,” kata Ksepka.

Menurut Australian Geographic penguin raksasa seperti Kumimanu fordcyei menghilang sekitar 27 juta tahun yang lalu. Penyebab kepunahan mereka masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab, tetapi kemungkinan besar burung-burung besar itu akhirnya kalah bersaing dengan mamalia laut dengan ukuran yang sama.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gurita Biru Kehijauan...
Gurita Biru Kehijauan Langka Ditemukan di Dasar Laut Galapagos
Bekas Kutukan Berusia...
Bekas Kutukan Berusia 200 Juta Tahun Terlihat di Gurun Amerika
Temuan Fosil Raksasa...
Temuan Fosil Raksasa Misterius Setinggi 8 Meter yang Tak BIsa Dibantah
Kura-kura Galapagos...
Kura-kura Galapagos Tertua Mati pada Usia 141 Tahun
Spesies Kodok Langka...
Spesies Kodok Langka Ditemukan Bisa Melahirkan Lebih dari 100 Bayi
Fosil 4,4 Juta Tahun...
Fosil 4,4 Juta Tahun Mengguncang Teori Evolusi, Nenek Moyang Manusia 100% Kera Afrika?
Mo Salah dan Akhir Penantian...
Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
Mesir Comeback, Mo Salah...
Mesir Comeback, Mo Salah Antar The Pharaohs Gulung Selandia Baru 3-1
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Rekomendasi
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved