Fakta Ilmiah di Balik Jamur Zombi Cordyceps di Serial The Last of Us
Senin, 30 Januari 2023 - 09:22 WIB
loading...
A
A
A
4. Fakta: Belum Ada Vaksin untuk Jamur Pembunuh
Dalam The Last of Us, kasus pertama Cordyceps di manusia muncul di Jakarta. Diceritakan, pemerintah meminta ahli mikologi (Christine Hakim) untuk mengidentifikasi jamur di bawah mikroskop. Ia juga melihat jamur keluar dari mulut warga sipil yang telah meninggal.
“Tidak ada obat. Tidak ada vaksin,” kata Christine Hakim dengan muram kepada seorang pejabat pemerintah. Dia merekomendasikan agar pemerintah mengebom seluruh kota.
Dalam kehidupan nyata, memang benar bahwa tidak ada vaksin untuk infeksi jamur yang mematikan. Hanya ada beberapa kelas obat, dan tidak selalu dapat diandalkan.
BACA JUGA: 5 Kelebihan Jamur Cordyceps, Digunakan sebagai Suplemen Kesehatan
Karena jamur sangat mirip dengan manusia pada tingkat sel, banyak obat penangkalnya juga beracun bagi tubuh manusia. Menurut Aksi Global untuk Infeksi Jamur, jamur membunuh lebih banyak orang daripada malaria.
“Masalah dengan jamur adalah kita tidak memiliki banyak alat untuk mengendalikannya,” kata Hughes. Beberapa jamur mematikan, seperti Candida auris, yang muncul pada 2009, bahkan telah mengembangkan resistensi yang kuat terhadap obat antijamur. Dalam wabah rumah sakit, Candida auris membunuh 29% hingga 53% korbannya,menurutWHO.

Dalam The Last of Us, kasus pertama Cordyceps di manusia muncul di Jakarta. Diceritakan, pemerintah meminta ahli mikologi (Christine Hakim) untuk mengidentifikasi jamur di bawah mikroskop. Ia juga melihat jamur keluar dari mulut warga sipil yang telah meninggal.
“Tidak ada obat. Tidak ada vaksin,” kata Christine Hakim dengan muram kepada seorang pejabat pemerintah. Dia merekomendasikan agar pemerintah mengebom seluruh kota.
Dalam kehidupan nyata, memang benar bahwa tidak ada vaksin untuk infeksi jamur yang mematikan. Hanya ada beberapa kelas obat, dan tidak selalu dapat diandalkan.
BACA JUGA: 5 Kelebihan Jamur Cordyceps, Digunakan sebagai Suplemen Kesehatan
Karena jamur sangat mirip dengan manusia pada tingkat sel, banyak obat penangkalnya juga beracun bagi tubuh manusia. Menurut Aksi Global untuk Infeksi Jamur, jamur membunuh lebih banyak orang daripada malaria.
“Masalah dengan jamur adalah kita tidak memiliki banyak alat untuk mengendalikannya,” kata Hughes. Beberapa jamur mematikan, seperti Candida auris, yang muncul pada 2009, bahkan telah mengembangkan resistensi yang kuat terhadap obat antijamur. Dalam wabah rumah sakit, Candida auris membunuh 29% hingga 53% korbannya,menurutWHO.
(dan)
Lihat Juga :