Jam Kiamat Dikalibrasi Ulang pada 24 Januari 2023, Ancaman Mengerikan Menanti

Minggu, 22 Januari 2023 - 13:30 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya Jam Kiamat dibuat oleh 13 pemenang Nobel termasuk Albert Einstein guna menggambarkan kondisi bumi yang dapat mengalami kiamat. Saat dibuat pada 1947, Jam Kiamat diatur dalam posisi tuju menit menuju tengah malam.

Baca juga : Indomobil Hadirkan Platform Daring Mobil Bekas yang Bebas Banjir dan Tabrakan

Jam itu akan sangat dipengaruhi oleh kondisi yang terjadi di bumi mulai dari perang nuklir, perubahan iklim, perang informasi yang dimungkinkan oleh dunia maya, dan erosi. Hingga kini Jam Kiamat sudah 24 kali diatur ulang. Sebanyak 17 kali dimundurkan karena adanya perkembangan yang baik di bumi dan tujuh kali dimajukan karena adanya krisis.

Tahun ini di 2023, rencananya Jam Kiamat akan dipasang lagi di 100 detik menuju tengah malam karena bumi masih menghadapi krisis yang besar. Setelah badai pandemi Covid-19, masyarakat bumi tengah dihadapkan pada konflik perang yang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina.

Konflik tersebut berpotensi pada hadirnya perang nuklir. Perang yang paling dikhawatirkan oleh Jam Kiamat.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
NASA Deteksi Sungai...
NASA Deteksi Sungai Eufrat Akan Kering Total pada Tahun 2040
Ilmuwan Temukan Fakta...
Ilmuwan Temukan Fakta Alam Eemesta Mengembang 10% Lebih Cepat dari Prediksi
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Serangan Balasan Rusia...
Serangan Balasan Rusia ke Ukraina Sangat Mematikan, Ini 4 Alasannya
Rekomendasi
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
Berita Terkini
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Infografis
Ancaman Mengerikan Putin...
Ancaman Mengerikan Putin pada Ukraina Soal Rudal Jarak Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved