Makam Tertua di Mesir Ini Dibangun Mengikuti Titik Balik Matahari Musim Dingin
Sabtu, 19 November 2022 - 15:55 WIB
Para peneliti Universitas Malaga (UMA) dan Universitas Jaen (UJA) telah menemukan makam tertua di Mesir yang berorientasi pada titik balik matahari musim dingin. Foto/Phys
KAIRO - Para peneliti Universitas Malaga (UMA) dan Universitas Jaen (UJA) telah menemukan makam tertua di Mesir yang berorientasi pada titik balik matahari musim dingin. Makam ini terletak di pekuburan Qubbet el-Hawa (Aswan), tepat diorientasikan ke titik balik matahari musim dingin.
Ini merupakan makam gubernur, dikatalogkan dengan No 33, dan kemungkinan dibangun oleh Gubernur Heqaib-ankh. Makam tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga sinar matahari menyinari makam yang dihiasi patung gubernur kota Elephantine, yang hidup pada akhir Dinasti XII, sekitar tahun 1830 SM.
Dengan cara ini, makam tersebut dengan sempurna mencatat seluruh siklus matahari, terkait dengan gagasan kelahiran (kehidupan) kembali. Sementara titik balik matahari musim dingin berarti awal kemenangan sinar matahari atas kegelapan.
Baca juga; Titik Balik Matahari Musim Dingin, Bikin Siang Jadi Lebih Pendek di Utara Bumi
Berbeda dengan titik balik matahari musim panas, secara umum bertepatan dengan awal banjir tahunan Sungai Nil. Oleh karena itu kedua peristiwa tersebut memiliki simbolisme penting yang terkait dengan kebangkitan sosok sang gubernur.
Studi ini menunjukkan bahwa orang Mesir mampu menghitung posisi matahari dan orientasi sinarnya untuk merancang monumen mereka yang indah. “Meskipun makam Qubbet el-Hawa No. 33 adalah contoh tertua yang pernah ditemukan, tentu itu bukan satu-satunya satu,” kata para ilmuwan dikutip SINDOnews dari laman Phys, Sabtu (19/11/2022).
Ini merupakan makam gubernur, dikatalogkan dengan No 33, dan kemungkinan dibangun oleh Gubernur Heqaib-ankh. Makam tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga sinar matahari menyinari makam yang dihiasi patung gubernur kota Elephantine, yang hidup pada akhir Dinasti XII, sekitar tahun 1830 SM.
Dengan cara ini, makam tersebut dengan sempurna mencatat seluruh siklus matahari, terkait dengan gagasan kelahiran (kehidupan) kembali. Sementara titik balik matahari musim dingin berarti awal kemenangan sinar matahari atas kegelapan.
Baca juga; Titik Balik Matahari Musim Dingin, Bikin Siang Jadi Lebih Pendek di Utara Bumi
Berbeda dengan titik balik matahari musim panas, secara umum bertepatan dengan awal banjir tahunan Sungai Nil. Oleh karena itu kedua peristiwa tersebut memiliki simbolisme penting yang terkait dengan kebangkitan sosok sang gubernur.
Studi ini menunjukkan bahwa orang Mesir mampu menghitung posisi matahari dan orientasi sinarnya untuk merancang monumen mereka yang indah. “Meskipun makam Qubbet el-Hawa No. 33 adalah contoh tertua yang pernah ditemukan, tentu itu bukan satu-satunya satu,” kata para ilmuwan dikutip SINDOnews dari laman Phys, Sabtu (19/11/2022).
Lihat Juga :