Terjadi Ledakan Tsunami Matahari, Timbulkan Badai Berkecepatan 4,5 Juta Mil Per Jam

Sabtu, 23 Juli 2022 - 07:46 WIB
Terjadi letusan tsunami matahari pada 21 Juli 2022, yang menghasilkan badai matahari Full-Halo yang melemparkan awan plasma serta partikel matahari lainnya di jalur bumi. Foto/Ist/natureworldnews
FLORIDA - Terjadi letusan tsunami matahari pada 21 Juli 2022, yang menghasilkan badai matahari Full-Halo yang melemparkan awan plasma serta partikel matahari lainnya di jalur bumi. Padahal biasanya, Coronal mass ejection (CME), tidak diarahkan ke Bumi sehingga aman bagi orang-orang di sekitarnya.

Coronal mass ejection (CME) adalah jenis badai matahari tertentu yang biasanya berkembang di daerah matahari yang paling aktif, di mana medan magnetnya sangat kuat. Matahari memuntahkan gumpalan plasma yang sangat besar ketika garis medan magnetnya yang bengkok atau melengkung tiba-tiba mengkonfigurasi ulang diri mereka sendiri.



Dikutip SINDOnews dari laman natureworldnews, Sabtu (23/7/2022), CME berukuran besar dan cepat dapat melakukan perjalanan dengan kecepatan hingga 4,5 juta mil per jam. Materi yang dikeluarkan dari matahari dalam CME dapat terdiri dari miliaran ton partikel atmosfer matahari serta membawa medan magnet yang tertanam.

Baca juga; Badai Matahari dari Ngarai Api Bakal Hantam Bumi, Ilmuwan Sulit Prediksi Dampaknya

Mereka tampak berkobar di sekitar matahari, seperti lingkaran cahaya dalam citra koronagraf, dari peristiwa ini badai ini dinamakan Full-Halo.

Nah, ledakan tsunami matahari pada 21 Juli 2022, menghasikan CMS Full-Halo yang diperkirakan akan menghantam medan magnet Bumi. Menurut NOAA bagian terpadat dari awan badai CME diperkirakan akan tiba di Bumi pada 23 Juli 2022 sekitar pukul 4 pagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!