Tahun 2100 Permukaan Laut Naik 63 Cm, Ini Negara dan Kota yang Terancam Tenggelam
Senin, 28 Maret 2022 - 11:35 WIB
Pada tahun 2100 diperkirakan kenaikan permukaan laut 40 sampai 63 sentimeter dan mengancam 250 juta orang di seluruh dunia. Foto/Live Science
JAKARTA - PERMUKAAN air laut naik dengan cepat, meningkat dua kali lipat dari 1,4 milimeter per tahun menjadi 3,6 milimeter per tahun dari 2006 hingga 2015. Pada tahun 2100 diperkirakan kenaikan permukaan laut 40 sampai 63 sentimeter dan mengancam 250 juta orang di seluruh dunia .
Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB mengatakan, jika permukaan laut naik sejauh itu, maka bisa mendatangkan malapetaka di seluruh dunia. Sebab, kenaikan permukaan laut bakal menenggelamkan sejumlah kota dan negara.
Menurut Union of Concerned Scientists (UCS), salah satu negara yang terancam tenggelam adalah Maladewa yang terdiri dari 1.200 pulau karang kecil dan rumah bagi sekitar 540.000 orang. Maladewa yang rata-rata ketinggian datarannya hanya 1 meter, jika permukaan laut naik 45 cm, maka akan kehilangan sekitar 77% dari luas daratannya pada tahun 2100.
Negara lain dengan ketinggian rata-rata yang sangat rendah, sekitar 1,8 meter di atas permukaan laut, adalah Kiribati. Pulau kecil di jantung Pasifik ini, dengan populasi hampir 120.000 jiwa, bisa kehilangan dua pertiga daratannya jika permukaan laut naik 90 sentimeter.
Baca juga; Ilmuwan NASA Beri Peringatan Setelah Lapisan Es Seluas Kota Roma di Antartika Runtuh
Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB mengatakan, jika permukaan laut naik sejauh itu, maka bisa mendatangkan malapetaka di seluruh dunia. Sebab, kenaikan permukaan laut bakal menenggelamkan sejumlah kota dan negara.
Menurut Union of Concerned Scientists (UCS), salah satu negara yang terancam tenggelam adalah Maladewa yang terdiri dari 1.200 pulau karang kecil dan rumah bagi sekitar 540.000 orang. Maladewa yang rata-rata ketinggian datarannya hanya 1 meter, jika permukaan laut naik 45 cm, maka akan kehilangan sekitar 77% dari luas daratannya pada tahun 2100.
Negara lain dengan ketinggian rata-rata yang sangat rendah, sekitar 1,8 meter di atas permukaan laut, adalah Kiribati. Pulau kecil di jantung Pasifik ini, dengan populasi hampir 120.000 jiwa, bisa kehilangan dua pertiga daratannya jika permukaan laut naik 90 sentimeter.
Baca juga; Ilmuwan NASA Beri Peringatan Setelah Lapisan Es Seluas Kota Roma di Antartika Runtuh
Lihat Juga :