Helikopter Mini NASA di Mars Gagal Lakukan Penerbangan Keempat
Sabtu, 01 Mei 2021 - 00:17 WIB
Helikopter Mini NASA di Mars. foto/ IST
CALIFORNIA - Helikopter NASA yang berada di Mars, Ingenuity, dijadwalkan melakukan penerbangan uji cobanya lagi pada Kamis (29/4/2021) waktu setempat. Namun ternyata tidak berjalan sesuai rencana.
Helikopter seberat 1,8 kilogram itu seharusnya melakukan lepas landas dari Kawah Jezero Mars sekitar pukul 10:12 EDT (1412 GMT) dan memulai penerbangan keempatnya di Planet Merah.
"Penerbangan keempat ambisius #MarsHelicopter tidak mendarat, tetapi tim sedang melihat datanya dan akan mencoba lagi segera," ujar pihak Jet Propulsion NASA Laboratorium di California, dikutip dari laman Space, Jumat (30/4/2021).
BACA JUGA - 4 Fase Pada Sebagian Wilayah di Dunia saat Gerhana Bulan Total
Ingeunity juga mengalami kegagalan dalam penerbangan perdananya beberapa waktu lalu. Untuk itu tim mengubah urutan perintah yang dikirim dari Bumi - perbaikan yang memungkinkan Ingenuity terbang di Mars untuk pertama kalinya pada 19 April.
Saat itu, tim Ingeunity melakukan pengujian di Bumi menunjukkan bahwa perbaikan akan efektif sekitar 85%. Ada kemungkinan masalah yang sama muncul pada upaya penerbangan kali ini.
Helikopter seberat 1,8 kilogram itu seharusnya melakukan lepas landas dari Kawah Jezero Mars sekitar pukul 10:12 EDT (1412 GMT) dan memulai penerbangan keempatnya di Planet Merah.
"Penerbangan keempat ambisius #MarsHelicopter tidak mendarat, tetapi tim sedang melihat datanya dan akan mencoba lagi segera," ujar pihak Jet Propulsion NASA Laboratorium di California, dikutip dari laman Space, Jumat (30/4/2021).
BACA JUGA - 4 Fase Pada Sebagian Wilayah di Dunia saat Gerhana Bulan Total
Ingeunity juga mengalami kegagalan dalam penerbangan perdananya beberapa waktu lalu. Untuk itu tim mengubah urutan perintah yang dikirim dari Bumi - perbaikan yang memungkinkan Ingenuity terbang di Mars untuk pertama kalinya pada 19 April.
Saat itu, tim Ingeunity melakukan pengujian di Bumi menunjukkan bahwa perbaikan akan efektif sekitar 85%. Ada kemungkinan masalah yang sama muncul pada upaya penerbangan kali ini.
Lihat Juga :