Kaspersky: 56% Korban Ransomware Bayar Uang Tebusan
Minggu, 25 April 2021 - 10:03 WIB
Ilustrasi Hacker. FOTO/ Ist
JAKARTA - Kaspersky melakukan studi terhadap 15.000 konsumen mereka di dunia pada 2020. Hasilnya, 56 persen korban ransomware cenderung mengeluarkan uang untuk membayar tebusan kepada penjahat siber.
Kendati demikian, 17 persen korban percaya, membayar tebusan tidak akan menjamin data yang dikunci kembali dapat diakses. BACA JUGA - Selain Makhluk seperti Laba-Laba, Mars Diyakini Dihuni Malaika
Ransomware adalah jenis malware yang digunakan para pelaku kejahatan siber untuk melakukan pemerasan uang.
Metode ini dilakukan dengan cara menyimpan data menggunakan enkripsi atau mengunci pengguna dari perangkat mereka, dan memanfaatkannya sebagai tebusan.
Kendati demikian, 17 persen korban percaya, membayar tebusan tidak akan menjamin data yang dikunci kembali dapat diakses. BACA JUGA - Selain Makhluk seperti Laba-Laba, Mars Diyakini Dihuni Malaika
Ransomware adalah jenis malware yang digunakan para pelaku kejahatan siber untuk melakukan pemerasan uang.
Metode ini dilakukan dengan cara menyimpan data menggunakan enkripsi atau mengunci pengguna dari perangkat mereka, dan memanfaatkannya sebagai tebusan.
Lihat Juga :