Ventilator COVENT-20 Besutan UI Masuki Uji Klinis Pada Manusia
Rabu, 20 Mei 2020 - 03:28 WIB
Selain keunggulan ventilasi multimode, COVENT-20 besutan UI memiliki keunggulan biaya produksi yang lebih hemat, compact, portable, hemat energi, serta mudah dioperasikan. Foto/Ist
JAKARTA - Tim Ventilator Universitas Indonesia (UI) telah menyerahkan dua buah unit ventilator lokal karya mereka kepada Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta . (Baca juga: UI Kembangkan Sejumlah Inovasi untuk Hadapi Corona )
Ventilator tersebut disebut COVENT-20 yang merupakan bagian dari uji klinis pada manusia. Penyerahan Ventilator COVENT-20 dilakukan pada Senin (18/5/2020) oleh Dekan Fakultas Teknik UI (FTUI), Hendri DS Budiono; Ketua Tim Ventilator UI, Basari; Ketua Ikatan Alumni FTUI, Cindar Hari Wibowo; serta Tim Ventilator UI kepada Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, Sumariyono dan tim dokter dari RSCM.
"Kami sangat bersyukur akhirnya COVENT-20 dapat memasuki fase uji klinis pada manusia. Proses Uji Klinis Ventilator UI, COVENT-20 memakan waktu yang lebih lama. Hal ini karena kami perlu menunggu kepastian protokol uji dari Kementerian Kesehatan terkait multimode ventilasi COVENT-20, mode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan mode Continuous Mandatory Ventilation (CMV)," kata Hendri.
Ventilator tersebut disebut COVENT-20 yang merupakan bagian dari uji klinis pada manusia. Penyerahan Ventilator COVENT-20 dilakukan pada Senin (18/5/2020) oleh Dekan Fakultas Teknik UI (FTUI), Hendri DS Budiono; Ketua Tim Ventilator UI, Basari; Ketua Ikatan Alumni FTUI, Cindar Hari Wibowo; serta Tim Ventilator UI kepada Direktur Medik dan Keperawatan RSCM, Sumariyono dan tim dokter dari RSCM.
"Kami sangat bersyukur akhirnya COVENT-20 dapat memasuki fase uji klinis pada manusia. Proses Uji Klinis Ventilator UI, COVENT-20 memakan waktu yang lebih lama. Hal ini karena kami perlu menunggu kepastian protokol uji dari Kementerian Kesehatan terkait multimode ventilasi COVENT-20, mode Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) dan mode Continuous Mandatory Ventilation (CMV)," kata Hendri.
Lihat Juga :