10 Temuan Jenius yang Disesali Sang Penemunya hingga Kini

Sabtu, 27 Februari 2021 - 17:32 WIB
Kalashnikov, seorang jenderal, penemu dan insinyur asal Rusia. AK-47 dirancang untuk menjadi senapan

otomatis sederhana yang bisa diproduksi secara massal.

Kalashnikov meninggal di tahun 2014 pada usia 94 tahun di Rusia. Sebelum meninggal ia menulis surat yang ditujukan pada kepala gereja Ortodoks Rusia di tahun 2010 dan mengungkapkan rasa penyesalannya menciptakan AK-47. Senapannya telah membunuh banyak orang dan ia takut disalahkan atas kematian mereka.

8. Game Flappy Bird



Saat awal kemunculannya, game Flappy Bird sangat meledak dan populer. Seharusnya, ini membuat senang Dong Nguyen, pencipta game Flappy Bird. Namun, nyatanya ia justru menerima komentar negatif yang penuh kebencian dari warganet. Bahkan, ia juga menerima ancaman pembunuhan.

Pada 10 Februari 2014, Dong Nguyen menarik game ini dari AppStore dan Google Playstore. Ini dilakukan bukan karena ancaman yang ia terima, tetapi ia menyesal bahwa Flappy Bird menjadi game yang sangat adiktif. Setelah game ini dihapus, muncul banyak game sejenis yang meniru konsepnya.

9. Semprotan Merica



Semprotan merica banyak digunakan oleh perempuan sebagai alat untuk melindungi diri dari kejahatan. Kamran Loghman adalah penemu semprotan merica ini. Ia bekerja untuk FBI di tahun 1980-an dan mengubah semprotan merica menjadi bahan sekelas senjata. Namun, penyalahgunaan semprotan merica membuatnya menyesal.

Para aparat kepolisian sering kali sewenang-wenang menyemprot para demonstran dengan semprotan merica. Hal ini untuk membuat demonstran patuh dan tidak membuat keonaran. Tetapi, hal ini dianggap sebagai pelanggaran hak sipil. Padahal, demonstran tidak melawan, tetapi polisi tetap menyemprot matanya dengan semprotan merica.

10. Kubikel perkantoran



Bob Prost pertama kali menciptakan cubicle atau bilik untuk meja kantor pada 1960-an sehingga karyawan bisa memiliki lebih banyak privasi dan kebebasan saat bekerja. Prototipe pertama memungkinkan karyawan mendapat privasi namun cukup bebas untuk berinteraksi dengan karyawan lain. (Baca juga: Dibeli Secara Obral, Mangkuk China Ini Ternyata Barang Antik yang Sangat Langka)

Namun makin lama bilik dibuat lebih kecil dan membuat mereka yang ada di dalamnya makin terimpit. Sesuai permintaan, perusahaan manufaktur pun mulai membuat cubicle itu sekecil mungkin. Banyak perusahaan melihat ide Prost sebagai cara untuk menghemat uang. Maka, banyak perusahaan yang menghilangkan kantor dan menggantinya dengan kubikel.

Propst pada akhirnya mencela ciptaannya sendiri dengan mengatakan bahwa menyekat-nyekat orang adalah kegilaan monolitis.

Sumber: www.listverse.com
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!