Kemeriahan Puncak Peringatan HBII dan Selebrasi Aksara Sunda
Senin, 22 Februari 2021 - 13:03 WIB
Perayaan Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional dan Selebrasi Aksara Sunda . FOTO/ IST
JAKARTA - Perayaan Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional dan Selebrasi Aksara Sunda berlangsung meriah. Di tengah Pandemi Covid 19 yang masih berlangsung, kegiatan yang merupakan agenda tahunan UNESCO tersebut tetap terselenggara dengan baik via daring.
Erry Riana Harjapamekas, Ketua Dewan Pembina Yayasan Rancage, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa di era digital saat ini, bahasa dan aksara nusantara harus bisa menyesuaikan perkembangan jaman agar bisa terus dikenal dan dilestarikan.
"Sangat penting untuk mengungkapkan warisan budaya kita secara lebih luas di tingkat internasional, kita bersama-sama mengupayakan agar bahasa dan aksara sunda dapat berkembang mengikuti perkembangan jaman," kata Erry.
(Baca: Masuki Orbit Mars, Pesawat Tianwen-1 Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek ke Bumi)
Syaiful Huda, Ketua Komisi X DPR RI yang hadir secara daring mengatakan pada momentum ini, sangat penting untuk kembali menuturkan bahasa ibu masing masing. Menurutnya bahasa adalah representasi dari kehidupan sebagai manusia, sehingga mencerminkan identitas bangsa yang majemuk
"Peradaban di masa yang akan datang harus diwarnai dengan kemampuan anak-anak kita, masyarakat kita semakin dalam memaknai bahasa ibunya," ungkap Syaiful.
Erry Riana Harjapamekas, Ketua Dewan Pembina Yayasan Rancage, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa di era digital saat ini, bahasa dan aksara nusantara harus bisa menyesuaikan perkembangan jaman agar bisa terus dikenal dan dilestarikan.
"Sangat penting untuk mengungkapkan warisan budaya kita secara lebih luas di tingkat internasional, kita bersama-sama mengupayakan agar bahasa dan aksara sunda dapat berkembang mengikuti perkembangan jaman," kata Erry.
(Baca: Masuki Orbit Mars, Pesawat Tianwen-1 Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek ke Bumi)
Syaiful Huda, Ketua Komisi X DPR RI yang hadir secara daring mengatakan pada momentum ini, sangat penting untuk kembali menuturkan bahasa ibu masing masing. Menurutnya bahasa adalah representasi dari kehidupan sebagai manusia, sehingga mencerminkan identitas bangsa yang majemuk
"Peradaban di masa yang akan datang harus diwarnai dengan kemampuan anak-anak kita, masyarakat kita semakin dalam memaknai bahasa ibunya," ungkap Syaiful.
Lihat Juga :