Johnson & Johnson Ungkap Ketakutan Pembuat Vaksin Soal Mutasi Corona
Rabu, 10 Februari 2021 - 15:09 WIB
CEO Johnson & Johnsons Alex Gorsky. FOTO/ IST
LONDON - Virus Corona yang terus bermutasi dan membuat virus ini semakin kebal terhadap vaksin seperti mutasi virus di Inggris dan Afrika Selatan.
CEO Johnson & Johnson mengatakan ada kemungkinan bahwa orang Amerika perlu mendapatkan vaksinasi terhadap virus corona setiap tahun selama beberapa tahun ke depan.
BACA JUGA - Menyebar di 28 Negara, Varian Afsel Bikin Vaksinasi COVID-19 Jadi Sia-Sia
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada hari Selasa, Alex Gorsky membahas bagaimana virus terus bermutasi, dengan varian bermunculan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.
Sejauh ini, vaksin telah terbukti sangat efektif dalam mencegah infeksi oleh berbagai varian, termasuk vaksin J&J sendiri, yang terbukti efektif 66 persen.
Namun, Gorsky memperingatkan bahwa jika virus terus bermutasi, dan varian baru terus ditemukan, vaksin COVID-19 dapat menjadi seperti suntikan flu musiman yang diberikan setiap tahun.
CEO Johnson & Johnson mengatakan ada kemungkinan bahwa orang Amerika perlu mendapatkan vaksinasi terhadap virus corona setiap tahun selama beberapa tahun ke depan.
BACA JUGA - Menyebar di 28 Negara, Varian Afsel Bikin Vaksinasi COVID-19 Jadi Sia-Sia
Dalam sebuah wawancara dengan CNBC pada hari Selasa, Alex Gorsky membahas bagaimana virus terus bermutasi, dengan varian bermunculan di Inggris, Afrika Selatan, dan Brasil.
Sejauh ini, vaksin telah terbukti sangat efektif dalam mencegah infeksi oleh berbagai varian, termasuk vaksin J&J sendiri, yang terbukti efektif 66 persen.
Namun, Gorsky memperingatkan bahwa jika virus terus bermutasi, dan varian baru terus ditemukan, vaksin COVID-19 dapat menjadi seperti suntikan flu musiman yang diberikan setiap tahun.
Lihat Juga :