Deepfake Semakin Sempurna dan Persaingan Kecerdasan AI Memanas
Jum'at, 01 Mei 2026 - 09:03 WIB
Deepfake semakin sempurna. Foto/ viet
BEIJING - Deepfake semakin canggih, memaksa perusahaan rintisan keamanan untuk menggunakan AI guna mendeteksi dan mencegahnya, sehingga memicu persaingan teknologi yang sengit.
Perjuangan melawan Deepfake saat AI menjadi "senjata" sekaligus "perisai"
Di era AI, konfrontasi antara penjahat siber dan perusahaan keamanan bukan lagi sekadar perlombaan teknologi, tetapi upaya untuk mendapatkan kembali kepercayaan yang terkikis oleh konten palsu yang semakin caonggih.
Ketika apa yang Anda lihat dan dengar tidak lagi dapat dipercaya.
Beberapa tahun yang lalu, pengguna dapat mengidentifikasi deepfake melalui tanda-tanda yang agak "kasar" seperti ekspresi wajah yang tidak alami, gerakan mulut yang tidak sinkron, atau gerakan mata yang tidak biasa. Namun, metode ini dengan cepat menjadi usang seiring perkembangan teknologi AI.
Perjuangan melawan Deepfake saat AI menjadi "senjata" sekaligus "perisai"
Di era AI, konfrontasi antara penjahat siber dan perusahaan keamanan bukan lagi sekadar perlombaan teknologi, tetapi upaya untuk mendapatkan kembali kepercayaan yang terkikis oleh konten palsu yang semakin caonggih.
Ketika apa yang Anda lihat dan dengar tidak lagi dapat dipercaya.
Beberapa tahun yang lalu, pengguna dapat mengidentifikasi deepfake melalui tanda-tanda yang agak "kasar" seperti ekspresi wajah yang tidak alami, gerakan mulut yang tidak sinkron, atau gerakan mata yang tidak biasa. Namun, metode ini dengan cepat menjadi usang seiring perkembangan teknologi AI.
Lihat Juga :