OnlyFans Ternyata Turut Mendanai Genosida di Gaza, Warga Israel Pelanggan Terbesar Pornografi

Sabtu, 14 Maret 2026 - 15:43 WIB
Platform OnlyFans sempat menghadapi gelombang boikot setelah mencuatnya dugaan aliran dana dari sang pemilik ke kelompok pelobi pro-Israel terkuat di Amerika Serikat. Foto: Getty Images
JAKARTA - Platform konten dewasa OnlyFans tidak sekadar memuaskan hasrat visual konsumennya, tetapi secara tidak langsung turut mendanai lobi politik yang menyokong pertumpahan darah di Gaza.

Pada 2024, gelombang boikot dan eksodus kreator besar-besaran sempat menghantam OnlyFans.

Pemicunya adalah aliran dana fantastis dari sang pemilik platform, Leonid Radvinsky. Laporan investigasi The Lever membongkar bahwa miliarder Yahudi kelahiran Soviet tersebut, bersama istrinya, menjanjikan donasi sebesar Rp187 miliar (USD11 juta) kepada American Israel Public Affairs Committee (AIPAC).

Angka tersebut menobatkan Radvinsky sebagai donatur individu terbesar bagi kelompok pelobi pro-Israel paling kuat di Amerika Serikat tersebut.

Meski Radvinsky membantah klaim ini, noda kecurigaan sudah terlanjur melekat di mata para kreatornya.

Pornografi, Uang Berdarah, dan Hipokrisi Geopolitik

Ekonomi kreator digital, khususnya konten dewasa (NSFW), sangat bergantung pada platform dominan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!