Bukan Sekadar Game: Mahasiswa UI Ciptakan AI Permainan untuk Deteksi Dini ADHD dan Disleksia
Sabtu, 28 Juni 2025 - 16:02 WIB
Tim The Leporidaes menjadi juara utama dalam ajang bergengsi Microsoft AI for Accessibility Hackathon 2025. Foto: Microsoft Indonesia
JAKARTA - Di sebuah panggung pertarungan ide yang sengit, lahirlah solusi yang bisa mengubah kehidupan jutaan anak di masa depan. Sekelompok mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) berhasil menciptakan NeuroBuddy, permainan anak-anak yang tampak sederhana, namun di baliknya tersembunyi kecerdasan buatan (AI) canggih yang mampu mendeteksi secara dini potensi neurodivergensi seperti ADHD, disleksia, dan spektrum autisme (ASD).
Inovasi yang mengubah cara pandang terhadap deteksi dini ini berhasil mengantarkan tim "The Leporidaes" menjadi juara utama dalam ajang bergengsi Microsoft AI for Accessibility Hackathon 2025. Mereka tidak hanya menciptakan game, mereka menciptakan harapan.
NeuroBuddy, yang didukung oleh teknologi canggih Microsoft Azure Cognitive Services, secara cerdas menganalisis data interaksi tersebut untuk mencari tanda-tanda awal yang mungkin mengarah pada kondisi neurodivergen.
Inovasi yang mengubah cara pandang terhadap deteksi dini ini berhasil mengantarkan tim "The Leporidaes" menjadi juara utama dalam ajang bergengsi Microsoft AI for Accessibility Hackathon 2025. Mereka tidak hanya menciptakan game, mereka menciptakan harapan.
Sihir di Balik Sang Kelinci Virtual
Bayangkan permainan di mana seorang anak diajak berinteraksi dengan maskot kelinci yang lucu. Di permukaan, ini adalah hiburan biasa. Namun, di belakang layar, setiap interaksi, setiap respons, dan setiap pola permainan anak dievaluasi oleh serangkaian algoritma AI yang kompleks.NeuroBuddy, yang didukung oleh teknologi canggih Microsoft Azure Cognitive Services, secara cerdas menganalisis data interaksi tersebut untuk mencari tanda-tanda awal yang mungkin mengarah pada kondisi neurodivergen.
Lihat Juga :