Google Bayar Rp11 Miliar Per Bulan untuk Mengamankan CEO Sundar Pichai
Selasa, 29 April 2025 - 08:28 WIB
Google membayar USD8,27 juta (sekitar Rp 132,32 miliar) untuk keamanan pribadi CEO Sundar Pichai pada tahun 2024. Foto: AFP
JAKARTA - Buntut pembunuhan CEO UnitedHealth Brian Thompson, sejumlah perusahaan S&P 500 meningkatkan biaya keamanan untuk para bos mereka. Termasuk diantaranya CEO Google Sundar Pichai yang menaikkan biaya keamanan hingga 22 persen hingga Rp11 miliar per bulan di 2024.
Google membayar USD8,27 juta (sekitar Rp 132,32 miliar) untuk keamanan pribadi CEO Sundar Pichai pada tahun 2024, menurut pengajuan baru ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Angka tersebut naik hampir 22% dari USD6,78 juta (sekitar Rp 108,48 miliar) pada 2023.
Alasannya untuk mengamankan Pichai yang sepanjang 2024 sangat sibuk. Kepala Hukum Google Kent Walker juga menerima hampir USD30,2 juta selama tahun tersebut.
“Pada 2024, pengaturan keamanan Sundar mencakup biaya keamanan dan konsultasi kediaman, layanan pemantauan keamanan, layanan mobil dan pengemudi, dan keamanan pribadi selama semua perjalanan,” demikian bunyi pernyataan proksi Alphabet di 2025.
“Kami percaya pengaturan dan biaya ini wajar, pantas, perlu, dan demi kepentingan terbaik Alphabet dan para pemegang sahamnya, karena mengurangi risiko terhadap bisnis kami.”
Google membayar USD8,27 juta (sekitar Rp 132,32 miliar) untuk keamanan pribadi CEO Sundar Pichai pada tahun 2024, menurut pengajuan baru ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Angka tersebut naik hampir 22% dari USD6,78 juta (sekitar Rp 108,48 miliar) pada 2023.
Alasannya untuk mengamankan Pichai yang sepanjang 2024 sangat sibuk. Kepala Hukum Google Kent Walker juga menerima hampir USD30,2 juta selama tahun tersebut.
“Pada 2024, pengaturan keamanan Sundar mencakup biaya keamanan dan konsultasi kediaman, layanan pemantauan keamanan, layanan mobil dan pengemudi, dan keamanan pribadi selama semua perjalanan,” demikian bunyi pernyataan proksi Alphabet di 2025.
“Kami percaya pengaturan dan biaya ini wajar, pantas, perlu, dan demi kepentingan terbaik Alphabet dan para pemegang sahamnya, karena mengurangi risiko terhadap bisnis kami.”
Lihat Juga :